Yogyakarta

Informasi Media Sosial, Tantangan Polri Saat Ini

Media sosial juga membuat berita tak lagi searah, dengan kata lain pembacanya bisa langsung memberikan respons.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Pelatihan Jurnalistik bagi personel jajaran Polda DIY di Gedung Serbaguna Mapolda DIY, Rabu (03/07/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kemunculan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, hingga YouTube membuat informasi dan peristiwa apa pun dalam sehari begitu mudah dan cepat tersebar.

Warganet dengan begitu mudahnya membagikan peristiwa seperti kecelakaan dan tindak kriminal ke media sosial.

Narasi dan opini sudah terbentuk, bahkan di saat kepolisian belum memberikan keterangan sama sekali.

Polda DIY Gandeng Tribun Jogja Gelar Pelatihan Jurnalistik

Materi inilah yang dijadikan bahan diskusi dalam Pelatihan Jurnalistik Bagi Personel Jajaran Polda DIY pada Rabu (03/07/2019) pagi tadi.

Kegiatan tersebut juga menggandeng Tribun Jogja.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan, pelatihan jurnalistik ini sangat vital diperlukan bagi jajaran kehumasan Polda DIY.

"Mereka perlu merespon cepat situasi seperti ini, termasuk bagaimana cara memberitakan dengan menarik," jelas Yuliyanto di Gedung Serbaguna Mapolda DIY.

Setidaknya ada sekitar 80 personel bagian humas dari seluruh Polsek dan Polres yang ada di DIY.

Tugas mereka salah satunya adalah membantu para awak media dalam menyebarluaskan informasi terkait kegiatan kepolisian.

Mereka juga membantu awak media mengklarifikasi dan mengkonfirmasi peristiwa atau tindak kriminal yang baru terjadi.

Sikat Narkoba, Polda DIY Melaksanakan MoU dengan Jasa Pengirman Barang

Inilah, menurut Yuliyanto, menjadi hal sangat penting yang perlu dipahami oleh jajaran personelnya.

Mereka diharapkan bisa menulis berita seperti wartawan, namun tetap berpegang pada bukti-bukti dari penyidik kepolisian.

"Apalagi Polri juga memiliki situs berita sendiri, yaitu Tribatanews.com," jelas Yuliyanto.

Pemimpin Redaksi Tribun Jogja Ribut Raharjo pun dihadirkan sebagai pembicara terkait teknik penulisan berita.

Sementara Digital Manager Tribunjogja.com Ikrob Didik Irawan berbagi tentang seluk-beluk media sosial saat ini.

Ribut dalam penyampaian materinya mengatakan menulis berita atau informasi, terutama dari kepolisian, tidak melulu dalam bentuk Press Release yang biasa.

"Ada bentuk-bentuk penyampaian informasi lainnya yang juga bisa menarik," kata Ribut.

Selain itu, ia menekankan bahwa dalam menyampaikan informasi harus tahu fokusnya ke mana.

Hal tersebut juga bisa membantu mengarahkan pertanyaan ke narasumber, seperti pelaku kriminal atau korban.

Sementara Ikrob mengatakan bahwa warganet bisa menjadi wartawan hanya dengan membuat unggahan ke media sosial.

Gus Muwafiq dan Kapolda DIY Serukan Persatuan

Media sosial juga membuat berita tak lagi searah, dengan kata lain pembacanya bisa langsung memberikan respons.

Salah satunya dengan membagikan kembali informasi tersebut ke pengguna lainnya.

"Namun tetap ada pembedanya dengan wartawan profesional, yaitu proses verifikasi," jelas Ikrob.

Verifikasi juga menjadi proses untuk menangkal informasi-informasi palsu, bohong atau hoax.

Sebab verifikasi berarti mencari konfirmasi dari sumber yang kredibel dan kompeten.

Yuliyanto mengatakan, demi menjamin kompetensi personel divisi kehumasan, pihaknya mewajibkan mereka menjalani magang di media massa.

"Calon personel baru kami latih demikian sebelum diterima untuk bekerja di divisi Humas," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved