Yogyakarta
Informasi Media Sosial, Tantangan Polri Saat Ini
Media sosial juga membuat berita tak lagi searah, dengan kata lain pembacanya bisa langsung memberikan respons.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Sementara Digital Manager Tribunjogja.com Ikrob Didik Irawan berbagi tentang seluk-beluk media sosial saat ini.
Ribut dalam penyampaian materinya mengatakan menulis berita atau informasi, terutama dari kepolisian, tidak melulu dalam bentuk Press Release yang biasa.
"Ada bentuk-bentuk penyampaian informasi lainnya yang juga bisa menarik," kata Ribut.
Selain itu, ia menekankan bahwa dalam menyampaikan informasi harus tahu fokusnya ke mana.
Hal tersebut juga bisa membantu mengarahkan pertanyaan ke narasumber, seperti pelaku kriminal atau korban.
Sementara Ikrob mengatakan bahwa warganet bisa menjadi wartawan hanya dengan membuat unggahan ke media sosial.
• Gus Muwafiq dan Kapolda DIY Serukan Persatuan
Media sosial juga membuat berita tak lagi searah, dengan kata lain pembacanya bisa langsung memberikan respons.
Salah satunya dengan membagikan kembali informasi tersebut ke pengguna lainnya.
"Namun tetap ada pembedanya dengan wartawan profesional, yaitu proses verifikasi," jelas Ikrob.
Verifikasi juga menjadi proses untuk menangkal informasi-informasi palsu, bohong atau hoax.
Sebab verifikasi berarti mencari konfirmasi dari sumber yang kredibel dan kompeten.
Yuliyanto mengatakan, demi menjamin kompetensi personel divisi kehumasan, pihaknya mewajibkan mereka menjalani magang di media massa.
"Calon personel baru kami latih demikian sebelum diterima untuk bekerja di divisi Humas," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pelatihan-jurnalistik-mapolda-diy.jpg)