Yogyakarta

ORI Perwakilan DIY Masih Temukan Pungutan Sekolah

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan masih banyak sekolah di DIY yang masih melakukan pungutan.

ORI Perwakilan DIY Masih Temukan Pungutan Sekolah
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY menyampaikan paparan terkait pungutan sekolah bersama Dinas Pendidikan kabupaten/kota di kantor ORI Perwakilan DIY, Senin (24/6/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan masih banyak sekolah di DIY yang masih melakukan pungutan.

Kepala ORI Perwakilan RI, Budhi Masturi mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat banyak laporan terkait pungutan sekolah.

Bahkan pungutan sekolah berasal dari semua jenjang, baik SD, SMP, maupaun SMA.

Antisipasi Pungutan Parkir Nuthuk, Dishub Bantul Pasang 245 Rambu Tarif Parkir

ORI Perwakilan DIY juga melakukan pantauan di 20 sekolah di DIY.

Menurut pantauan tersebut, hampir seluruh sekolah melakukan pungutan.

Pihaknya menilai bahwa selama ini iuran sekolah merupakan pungutan yang tidak memiliki dasar hukum, sehingga bisa dikatakan sebagai pungutan liar.

"Selama ini iuran sekolah itu tidak memiliki dasar hukum pelaksanaandan tidak ada landasan kewenangan petugas, sehingga itu masuk pada pungutan yang tidak sah. Misalnya sebenarnya sekolah kekurangan uang Rp100ribu,harusnya kan jumlah itu dibagi jumlah siswa. Tetapi tidak, setiap siswa ditarik Rp100ribu," katanya di Kantor ORI Perwakilan DIY, Senin (24/6/2019).

Ia menjelaskan, ada berbagai penyebab sekolah melakukan pungutan.

Pertama, sekolah dianggap tidak memahami perbedaan sumbangan dengan pungutan.

Halaman
123
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved