Kisah Sarmiskam, Warga Bantul yang Hidup Sebatang Kara di Kandang Kambing

Kandang itu terbuat dari kayu, beralaskan tanah dan di dalamnya hanya ada satu dipan kayu dengan kasur lusuh sebagai tempat istirahat.

Kisah Sarmiskam, Warga Bantul yang Hidup Sebatang Kara di Kandang Kambing
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Sarmiskam, warga Bintaran, Jambidan, Banguntapan, Bantul tinggal seorang diri di kandang ternak. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Faktor keterbatasan ekonomi membuat Sarmiskam, warga Kepanjen RT 01, Padukuhan Bintaran, Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Bantul terpaksa harus tidur dan tinggal di kandang ternak.

Ia hidup satu atap bersama empat kambing peliharaan yang dijaganya.

Kambing itu bukan milik Sarmiskam, melainkan kepunyaan tetangganya, Sogiran.

Kambing itu dipercayakan kepada Sarmiskam untuk dijaga dan dirawat.

Tribunjogja.com melihat langsung kondisi kandang ternak yang menjadi tempat tinggal Sarmiskam.

Kondisinya pun terbilang sangat sederhana. Seperti kandang ternak pada umumnya.

Terbuat dari kayu, beralaskan tanah dan di dalamnya hanya ada satu dipan kayu dengan kasur lusuh sebagai tempat istirahat.

Tidak ada barang elektronik apalagi perabotan mewah.

Tidak ada dapur, kebutuhan memasak mengandalkan bantuan dari tetangganya.

Kandang itu sederhana, beberapa bagian bahkan tampak dibiarkan begitu saja terbuka.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved