Internasional
Professor Ini Tumbuhkan 26 Lembar Kulit Manusia Dalam Waktu 5 Minggu,Tolong Pasien Luka Bakar Parah
Professor Ini Tumbuhkan 26 Lembar Kulit Manusia Dalam Waktu 5 Minggu,Tolong Pasien Luka Bakar Parah
Professor ini tumbuhkan 26 lembar kulit manusia dalam waktu 5 minggu,tolong pasien luka bakar parah
TRIBUNJOGJA.COM - Pengobatan mutakhir yang dikembangkan oleh direktur unit luka bakar rumah sakit dan Profesor peraih penghargaan, John Greenwood berhasil menyelamatkan seorang pria yang mengalami luka bakar hingga 95 persen.
Pasien bernama Glenn Ogg (33) tersebut akhirnya mendapatkan kembali kulitnya setelah dokter berhasil menumbuhkan kulit di laboratorium.
Perawatan yang dilakukan di Adelaide, Australia ini juga menjadi keberhasilan pertama di dunia.
Kasus ini bermula saat Ogg mengalami luka bakar parah saat rumahnya yang berada di Australia Selatan ludes terbakar pada akhir tahun lalu.
• Edukasi Kesehatan Otak, RS Siloam Yogyakarta Ajak Masyarakat Nonton Film 3D
Ogg mengaku tidak ingat bagaimana api bisa menghanguskan seluruh bagian rumahnya.
Yang diingatnya hanya dirinya berusaha menjauhi rumah dan menunggu mobil ambulan bersama dengan tetangganya.
Ia kemudian diterbangkan ke Rumah Sakit Royal Adelaide di mana ia menghabiskan hanya sembilan hari dalam perawatan intensif.
"Rasanya seperti mimpi yang aneh ketika saya bangun 10 hari kemudian, tetapi saya butuh waktu lebih lama dari itu untuk benar-benar sepenuhnya memahami apa yang telah terjadi," kata Ogg.
Selama di rumah sakit, Ogg mendapatkan perawatan dengan dua teknologi mutakhir yang dikembangkan oleh Dr John Greenwood.
• Kronologi Penemuan Mayat Gadis Muda di Tangerang, Leher, Tangan dan Kaki Korban Terikat Tali Rafia
Teknologi yang pertama dikenal dengan sebutan Biodegradable Temporising Matrix (BTM), adalah pengganti kulit dan segera mengobati luka bakar dalam yang dialami Ogg - 85 persen dari total luas permukaan tubuh - dan kemudian menerapkan perawatan itu.
Dr Greenwood meneliti teknologi ini karena ia sedih melihat beberapa pasien tak bisa ditangani.
Teknologi kedua adalah proses menumbuhkan apa yang disebut "kulit yang ditumbuhkan secara buatan komposit" di laboratorium, yang memakan waktu sekitar lima minggu.
Untuk menumbuhkan kulit, cangkok diambil dari kulit kepala Ogg untuk membuat 26 lembar kulit.
Setelah kulit yang ditumbuhkan itu siap pada pertengahan Januari, Ogg mulai menjalani operasi untuk benar-benar menutup luka bakarnya.
• Bagaimana Jika Semut Masuk Telinga? Begini Cara Mengeluarkannya
"BTM tidak hanya dapat menahan luka bakar dalam kondisi sehat, tetapi memperbaikinya selama lima minggu untuk menumbuhkan kulit dan sangat penting dalam kelangsungan hidup awal dan kemajuan penyembuhan luka Glenn," kata Dr Greenwood.
"Setiap aspek dari bagaimana kedua teknologi ini bekerja sama telah membuat Glenn tak hanya bertahan, tetapi juga membuat pemulihan yang luar biasa dalam waktu kurang dari enam bulan."
Bisa berjalan setelah 28 hari
Meskipun tak memiliki kulit dan hanya ada BTM di luka-lukanya, Ogg mampu berjalan kaki pertama kali di rumah sakit hanya 28 hari setelah kebakaran terjadi.
"Dalam kasus serupa yang dilaporkan di Inggris, seorang pasien menghabiskan lebih dari 40 hari di ICU, meninggalkan rumah sakit setelah setahun, masih tak bisa berjalan," kata Dr Greenwood.
"Dalam banyak kasus pasien tak selamat dan, ketika mereka melakukannya, mereka biasanya bergantung pada ventilator selama berbulan-bulan, dan sering mengalami gagal ginjal parah akibat cedera jaringan."
• Pink Ribbon: Program CSR Hyatt untuk Pejuang Kanker
Kulit komposit itu menutupi 50 persen dari total luas permukaan tubuh Ogg -yang sisanya ditutupi oleh campuran dari teknik cangkok standar.
"Tanpa petugas medis dan fisioterapis, saya tak akan selamat," kata Ogg.
"Ini jalan yang panjang dan jalan yang sulit. Anda melewati beberapa jalur yang keras, tapi ada cahaya di ujungnya."
Ogg berkata ia merasa beruntung, dan "yang penting" menjadi orang pertama yang dirawat dengan teknik baru ini.
Uji coba klinis disetujui
Greenwood mengatakan ia mulai meneliti kedua teknik ini setelah merasa tertekan sehingga sejumlah kecil pasien mengalami cedera parah sehingga mereka tak bisa diobati.
Pasien dengan luka bakar hingga lebih dari 80 persen dari tubuh mereka biasanya tak memiliki cukup kulit yang tak terbakar yang kemudian bisa digunakan untuk cangkok kulit.
• Kasus Kematian Pasien RSJ di Magelang, Polisi Periksa Tujuh Saksi dan Amankan Barang Bukti
Uji klinis dari teknik kulit komposit ini telah disetujui dan akan dimulai di Rumah Sakit Royal Adelaide ketika Ogg meninggalkan rumah sakit tersebut.
Ia diperkirakan pindah ke Pusat Rehabilitasi Hampstead sekitar bulan depan. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertama di Dunia, Dokter Australia Tumbuhkan Kulit Manusia di Lab", https://sains.kompas.com/read/2019/06/22/100949823/pertama-di-dunia-dokter-australia-tumbuhkan-kulit-manusia-di-lab?page=all.