Mengapa Suhu Udara DI Yogyakarta Terasa Dingin? Berikut Penyebabnya Menurut BMKG

Mengapa Suhu Udara DI Yogyakarta Terasa Dingin? Berikut Penyebabnya Menurut BMKG serta Tips Agar Terhindar dari Penyakit dan Hipotermia serta dampak

Mengapa Suhu Udara DI Yogyakarta Terasa Dingin? Berikut Penyebabnya Menurut BMKG
via kompas.com dan HiTekno.com/Dinar Surya Oktarini
Ilustrasi pergerakan angin dan suhu udara dingin 

Mengapa Suhu Udara DI Yogyakarta Terasa Dingin? Berikut Penyebabnya Menurut BMKG serta Tips Agar Terhindar dari Penyakit dan Hipotermia

TRIBUNJOGJA.COM - Mengapa suhu udara di Yogyakarta beberapa waktu ini terasa sangat dingin? Apa penyebab suhu udara dingin belakangan ini, BMKG punya penjelasannya berikut ini, disertai imbauan dan tips agar terhinda dari penyakit maupun hipotermia serta kemungkinan dan dampak lainnya. 

Seperti kita ketahui, udara dingin sangat terasa terutama di malam hari. 

Pengusaha Jadi Tersangka, Kebakaran Pabrik Korek Api Ilegal Tewaskan 30 Pekerja

Masyarakat termasuk yang ada di Yogyakarta pun merasakan suhu udara dingin beberapa waktu terakhir ini. 

Berikut beberapa penyebab mengapa suhu udara terasa dingin menurut penjelasan Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Staklim Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa. 

BMKG juga mengimbau dan memberikan tips agar masyarakat terhindar dari dampak udara dingin, seperti timbulnya penyakit tertentu dan hipotermia. 

Berdasarkan informasi dihimpun Tribun Jogja terkini, Jumat (21/6/2019), BMKG Yogyakarta mengatakan setidaknya ada tiga penyebab udara dingin yang berlangsung beberapa waktu belakangan ini. 

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Staklim Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa menjelaskan, mengapa suhu udara terasa dingin , ada 3 penyebab udara dingin beberapa waktu belakangan ini.

1. Angin Monsoon Australia

Ilustrasi Monsoon Australia
Ilustrasi Monsoon Australia (google feed)

Salah satu penyebab udara dingin akhir-akhir ini adalah pengaruh atau dampak angin monsoon Australia.

"Pertama, karena adanya pergerakan massa udara dari Australia, di mana udaranya dingin dan kering. Angin yang bertiup melewati Indonesia ini juga disebut sebagai Monsoon Dingin Australia," jelas Sigit melalui keterangan tertulisnya pada Jumat (21/06/2019).

2. Sedikit Awan

Halaman
1234
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved