Kota Yogyakarta
Nyamuk Ber-Wolbachia Berhasil Kurangi 74 Persen Kasus DBD di Kota Yogyakarta
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan di berbegai kota besar di Indonesia.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan di berbegai kota besar di Indonesia.
Saat ini metode pengendalian penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti terus dikembangkan.
Salah satunya yang dilakukan oleh tim Riset World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta yang memanfaatkan bakteri Wolbachia.
• Musim Kemarau, Angka DBD Justru Naik di Gunungkidul
Hingga dua tahun terakhir, tim sudah menempatkan telur Aedes aegypti ber-Wolbachia di tujuh kelurahan di Kecamatan Tegalrejo dan Wirobrajan di kota Yogyakarta.
Prof Adi Utarini, Peneliti Utama WMP Yogyakarta mengatakan, hasilnya, nyamuk ber-Wolbachia berhasil mengurangi 74 persen kasus DBD di wilayah tersebut.
“Namun kita masih terus berproses untuk mendapatkan hasil akhirnya,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Rabu (19/6/2019).
• Wolbachia Beri Dampak Signifikan Penurunan Demam Berdarah di Yogya
Dengan hasil ini, Adi Utarini menegaskan wolbachia potensial untuk mengendalikan demam berdarah dengue (DBD) di Kota Yogyakarta.
Lebih lanjut, Prof Uut, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa studi tersebut akan terus dilanjutkan dengan dilaksanakan di tiga hingga empat wilayah di luar Kota Yogyakarta.
“Saat ini kita masih melakukan pemantauan Wolbachia di wilayah penelitian,” katanya.
Seperti diketahui, DBD masih menjadi permasalahan kesehatan di Kota Yogyakarta.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta melansir data peningkatan kasus yang terjadi. Hingga akhir Mei terdapat 335 kasus.
• Cek Tingkat Keberhasilan Teknologi Wolbachia, WMP Lakukan Studi AWED
Jumlah tersebut meningkat dari jumlah kasus pada periode yang sama tahun lalu, 51 kasus.
“Tapi tidak terjadi kasus angka kematian DBD yang tidak diinginkan,” katanya.
Penelitian WMP Yogyakarta sebelumnya bernama Eliminate Dengue Project-EDP Yogya merupakan penelitian yang dilaksanakan oleh Pusat Kedokteran Tropis (PKT) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dengan dukungan penuh pendanaan dari Yayasan Tahija bekerja sama dengan WMP Global.
Hingga saat ini WMP Yogyakarta telah selesai melakukan peletakan 8.000 ember berisi telur Aedes aegypti ber-Wolbachia di wilayah penelitian pada akhir 2017.
• EDP Tarik 8.000 Ember Telur Nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta