Tol Yogyakarta
Alasan Penolakan Gubernur DIY Jika Yogyakarta International Airport dan Jalur Tol Terhubung Langsung
Kekhawatiran dan Alasan Penolakan Gubernur DIY Sri Sultan HB X Jika Yogyakarta International Airport Terhubung Langsung dengan Tol
Buktikan manfaat tol
Ia menegaskan, dirinya siap diajak bicara jika memang keberadaan tol bisa dibuktikan manfaatnya untuk masyarakat sekitar bandara.
Tanpa adanya manfaat itu, ia menegaskan pihaknya menolak jalur tol.
"Kalau bermanfaat, ya mari kita bicara. Tapi kalau hanya untuk digaris, masyarakat Kulon Progo tidak dapat apa-apa, ya untuk apa?" imbuh Sultan.
Sebagai jalur aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah ke bandara YIA menurutnya masih bisa menggunakan jalur jalan umum non tol yang ada saat ini.
Ada proyek penghubung
Apalagi, ada beberapa proyek infrastruktur jalan di Kulon Progo yang disokong oleh Pemerintah DIY.
Seperti jalur Bedah Menoreh yang digadang-gadang menjadi penghubung YIA dengan Borobudur.
Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, Program Bedah Menoreh masuk dalam daftar 9 dari 17 proyek strategis di DIY yang digarap di Kulon Progo.
Selain itu juga ada proyek pembangunan YIA, Jogja Agro Techno Park, Pelabuhan Tanjung Adikarta, Taman Budaya Kulon Prpgo, dan lainnya.
Sultan menegaskan bahwa semua proyek itu akan dirampungkan tuntas.
"Harapan saya, kabeh rampung. Tapi yang tahu persisnya Pak Bupati. Saya kan janya berpartisipasi saja," kata Sultan. (ing/ tribunjogja.com )
Berkaitan dengan proyek tol yang melewati wilayah DI Yogyakarta, Gubernur DIY Sri Sultan HB X sejak awal memang hati-hati dalam mempertimbangkan persetujuan jalur trasenya.
Termasuk juga untuk trase tol Bawen - Yogyakarta dan trase Tol Solo - Yogyakarta atau Yogyakarta - Solo.
Pertimbangan Sultan soal jalur tol