Bantul

Masuki Musim Kemarau, 7 Kecamatan di Bantul Berpotensi Alami Kekeringan

Hingga saat ini sudah ada dua desa di Bantul yang merasakan kekeringan. Kedua desa itu yakni Triharjo, Pandak dan Bawuran, Pleret.

Masuki Musim Kemarau, 7 Kecamatan di Bantul Berpotensi Alami Kekeringan
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul Dwi Daryanto menunjukkan peta wilayah Bantul yang berpotensi terjadi kekeringan pada musim kemarau. 

Dwi memprediksi ada tujuh Kecamatan di Bantul yang berpotensi mengalami kekeringan, antara lain Kecamatan Dlingo, Pleret, Pundong, Pandak, Kasihan, Imogiri dan Piyungan.

BPBD Bantul Siaga Bencana Kekeringan dan Kebakaran saat Lebaran

"Di Piyungan ada tiga desa dan semuanya hampir merata berpotensi terdampak kekeringan. Karena wilayah geografis Piyungan ini dataran tinggi," terangnya.

BPBD Kabupaten Bantul, kata Dwi selama musim kemarau akan terus berupaya menanggulangi kekeringan di Bantul dengan cara droping air.

Bekerjasama dengan Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI) dan sejumlah lembaga yang dimungkinkan bisa membantu menyuplai air bersih kepada warga.

Selian di Triharjo dan Bawuran, kata Dwi, sejumlah daerah mulai meminta di droping air bersih.

Namun ia mengaku akan menerapkan skala prioritas.

Artinya, akan dilakukan asesment apakah desa tersebut memiliki penampungan dan benar-benar kekurangan air bersih atau tidak.

"Akan kita kroscek. Tujuannya supaya benar-benar tepat sasaran," ujar dia.

Atasi Kekeringan, BPBD DIY Rancang Solusi Jangka Panjang dan Pendek

Lurah Desa Bawuran, Harmawan mengatakan, kekeringan yang melanda Desa Bawuran saat ini terjadi di Padukuhan Sentul Rejo.

Ada sekitar 13 KK mengalami kesulitan air bersih karena letak geografis wilayah tersebut berada di atas perbukitan.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved