Bendi Wisata di Parangtritis Sepi Peminat

Namun pada libur Lebaran tahun ini, angkutan tradisional ini sepi peminat meski jumlah wisatawan tumpah ruah.

Bendi Wisata di Parangtritis Sepi Peminat
Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty
Bendi wisata di Pantai Parangtritis sepi peminat dibanding tahun lalu. Minggu (9/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bendi wisata di Pantai Parangtritis sudah lama menjadi satu dari daya tarik pantai ikonik di Bantul ini.

Namun pada libur Lebaran tahun ini, angkutan tradisional ini sepi peminat meski jumlah wisatawan tumpah ruah.

Ardianto, kusir bendi wisata Parangtritis mengaku pendapatan yang diperoleh pada Lebaran tahun ini menurun dibanding tahun lalu. "Dibandingkan tahun kemarin ramai tahun kemarin," kata Ardianto, Minggu (9/6/2019) sore.

Beroperasi sejak hari pertama Lebaran, Ardianto mengaku per hari hanya melayani 10-15 tumpangan. "Tidak bisa ditarget, kalau rejekinya bagus ya bisa lebih dari itu," ungkapnya.

Main ke Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Ada Sajian Kuliner Menarik Lho

Selama Libur Lebaran, 210 Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur di Kawasan Pantai Parangtritis dan Depok

Tahun lalu, dalam sehari pemasukan kisaran Rp800 ribu hingga Rp900 ribu.

Namun tahun ini hanya kisaran Rp600 ribu hingga Rp700 ribu yang didapat dalam sehari.

"Dibanding tahun lalu, sebelum puasa dua minggu sudah ramai. Ini kemarin habis salat Idulfitri aja masih sepi," tuturnya.

Satu kali putaran naik bendi dikenakan tarif Rp30 ribu. Sedangkan untuk satu paket menyusuri Pantai Parangtritis hingga sisi paling timur bolak-balik sepanjang lima kilometer dipatok harga Rp100 ribu.

Satu bendi mampu memuat dua orang dewasa dan dua anak-anak. "Kalau bertiga orang dewasa bisa tapi yang kecil-kecil," terangnya.

Lain halnya dengan wahana jip wisata yang makin banyak diminati wisatawan terlebih pada momen libur hari raya atau hari libur nasional. "Otomatis ada peningkatan dibanding hari-hari biasa," kata Ketua Paguyuban Jeep Wisata Parangtritis (JWP) Purwandi.

Pria yang akrab disapa Poting ini mengaku di momen libur hari raya seluruh jip milik anggota paguyuban dikeluarkan untuk melayani wisatawan. "Kalau hari biasa nggak semua keluar. Ini kami keluarkan semua, ada sekitar 60 unit," jelasnya.

Sebanyak 60 unit jip ini dibagi dalam 5 pos ditambah 2 pos cadangan. Wisatawan harus mengantre terlebih dahulu untuk menaiki jip wisata ini. "Jadi dari pagi ada antrean. Nanti urut sesuai nomor antrean," kata Poting.

Rute jip wisata ini dibagi menjadi tiga yakni rute pendek, sedang, dan panjang. "Trip pendek, dari pos kita ke Pantai Parang Endong lalu ke barat ke Pantai Parangkusumo, balik lagi ke pos Pantai Parangtritis itu Rp250 ribu," paparnya.

Sedangkan trip sedang rutenya seperti rute trip pendek ditambah ke Gumuk Pasir dan Pantai Cemara Sewu. Untuk trip panjang, dua trip sebelumnya ditambah ke Pantai Depok dan Laguna Pantai Depok kemudian melalu jalur lintas selatan. "Ada juga permintaan lain, ada yang minta ke paralayang atau track offroad," jelasnya.

Genap satu tahun berdiri, wahana ini bisa dibilang menjadi penyegaran di kawasan Pantai Parangtritis. "Kita mencoba menghadirkan sesuatu yang baru. Bersyukur sampai saat ini masih bertahan," tuturnya.(amg)

Penulis: amg
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved