Penyataan Sikap Prabowo Subianto Tanggapi Pengumuman Hasil Rekapitulasi KPU

Prabowo yang ditemani oleh Sandiaga Uno pun menyampaikan pidato politiknya di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta

Editor: Muhammad Fatoni
youtube Kompas TV
Pernyataan Sikap Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 

TRIBUNJOGJA.COM - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyebut keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mempercepat pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019 sebagai aksi senyap-senyap.

Pada konferensi pers, Selasa (21/5/2019), yang ditayangkan oleh KompasTV, Prabowo yang ditemani oleh Sandiaga Uno pun menyampaikan pidato politiknya di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta.

"Izinkan saya pasangan calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia 02, dalam rangka Pemilu 2019 ini, untuk membacakan statement yang kami susun," kata Prabowo membuka pidato politiknya.

Selundupkan Senjata untuk Aksi 22 Mei, Mayjen S dan Praka BP Ditahan

Ia pun melanjutkan pidatonya dengan menanggapi keputusan yang diambil KPU.

Sambil tertawa tipis, Prabowo menyebut KPU melakukan aksi 'senyap-senyap'.

Seperti diketahui, pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019, termasuk untuk Pilpres 2019, dilakukan KPU pada Selasa (21/5/2019) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

"Menanggapi pengumuman KPU tadi dini hari, senyap-senyap begitu," lanjut Prabowo sambil tertawa.

"Di saat orang masih tidur atau belum tidur sama sekali," lanjutnya.

Rekapitulasi KPU Selesai: Jokowi-Ma’ruf Menang di 21 Provinsi, Ini Rincian Suara Pilpres

Sandiaga yang ada di sampingnya pun turut ikut tertawa atas guyonan Prabowo.

Prabowo pun kemudian menyampaikan pidato politiknya. yang berisi tiga keputusan.

"Seperti yang telah disampaikan pada pemaparan kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya pada 14 Mei 2019 lalu, kami pihak paslon 02 tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," kata Prabowo dikutip TribunSolo.com dari KompasTV.

"Pihak paslon 02 juga telah menyampaikan untuk memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses sehingga benar-benar mencerminkan hasil Pemilu yang jujur dan adil," lanjutnya.

"Namun hingga saatnya tidak ada upaya yang dilakukan KPU untuk memperbaiki proses tersebut."

"Oleh karena itu sesuai dengan apa yang pernah kami sampaikan pada 14 Mei 2019 lalu, kami pihak paslon 02 menolak semua hasil penghitungan suara Pilpres yang diumumkan KPU pada 21 Mei 2019 dini hari tadi," katanya untuk keputusan pertama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved