Pendidikan

Lestarikan Permainan Tradisional dalam Ekstrakurikuler Sekolah

Nilai kejujuran dalam permainan gobak sodor disimpulkan dari tindakan jujur siswa selama permainan, siswa selalu bertindak sesuai dengan peran yang ia

Lestarikan Permainan Tradisional dalam Ekstrakurikuler Sekolah
Dok Humas UNY
Elly Nur Rahmawati, Muhammad Abdul Aziz, Yohana Suryana dan Syifa Alkautsar yang merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum FIS UNY mencoba menerapkan kembali permainan ini di SDN Purwobinangun melalui kegiatan ekstra kurikuler sekolah. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Semakin hari, permainan tradisional semakin terlupakan.

Padahal permainan tradisional ini selain merupakan warisan dari leluhur, juga bisa membentuk karakter bagi anak-anak

Melihat kenyataan tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berupaya untuk melestarikan permainan gobak sodor untuk meliterasi pendidikan karakteristik bagi siswa sekolah dasar.

Elly Nur Rahmawati, Muhammad Abdul Aziz, Yohana Suryana dan Syifa Alkautsar yang merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum FIS UNY mencoba menerapkan kembali permainan ini di SDN Purwobinangun melalui kegiatan ekstra kurikuler sekolah.

Dakon, Permainan Tradisional yang Syarat Manfaat dan Filosofi, Latih Kesabaran dan Ketekunan Anak

Elly Nur Rahmawati mengatakan, permainan gobak sodor ini selain bisa melestarikan kearifan lokal, juga bisa membentuk karakter siswa.

"Untuk membentuk karakteristik anak, pendidik dapat menggunakan kearifan lokal yang ada. Selain dapat melestarikan kearifan lokal yang ada, pendidik juga dapat menanamkan nilai-nilai karakter yang dipraktekan siswa melalui permainan tradisional yang nantinya nilai-nilai karakter tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari- hari," ungkapnya.

Dia menjelaskan jika karakteristik siswa SD berada pada fase senang mempelajari hal-hal yang konkret tidak abstrak.

Kenalkan Permainan Tradisional, Warga Gunungkidul Gelar Festival Kangen Kitiran

Apalagi untuk membentuk karakter, tidak cukup sampai pada pemahaman secara kognitif mengenai pengertian karakter dan nilai-nilai karakter, sehingga perlu adanya inovasi untuk mengembangkan pendidikan karakter.

“Permainan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran penanaman karakter. Melalui bermain siswa diharapkan mampu mengidentifikasi nilai-nilai karakter dalam permainan tersebut," ungkapnya.

Muhammad Abdul Aziz menambahkan, permainan tradisional mengandung beberapa nilai tertentu yang dapat ditanamkan pada diri anak.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved