Kisah Inspiratif Vero Bikin Tempat Nasi Gratis Jogja, Siapapun Boleh Mengambil
Setelah ditelusuri, rupanya tempat nasi gratis Jogja itu merupakan gerakan sosial yang diinisiasi oleh serorang perempuan muda bernama Veronica
Penulis: Rina Eviana | Editor: Rina Eviana
Kisah Inspiratif Vero Bikin Tempat Nasi Gratis Jogja, Siapapun Boleh Mengambil
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah etalase berbentuk lemari kaca mirip tempat berjualan tampak berdiri di pintu keluar YAP Square, Jalan C Simanjuntak, Gondokusuman Kota Yogyakarta.
Diamati lebih dekat, rupanya di etalase itu tertulis "Tempat Nasi Gratis Jogja, Siapapun Boleh Mengambil, Siapapun Boleh Mengisi".
Dari pantauan Tribunjogja.com, terkadang di dalam etalase itu ada tumpukan nasi kotak, kadang nasi bungkus pun kadang kala berisi air mineral.
Setelah ditelusuri, rupanya Tempat Nasi Gratis Jogja itu merupakan gerakan sosial yang diinisiasi oleh serorang perempuan muda bernama Veronica Christamia Juniarmi (28).
Vero, sapaan akrabnya pun menceritakan awal mula ia mendirikan Tempat Nasi Gratis, atau yang ia sebut Eta.
"Saya terinspirasi dari gerakan Tempat Nasi Gratis di Bandung," jelas perempuan asal Kota Gudeg ini saat berbincang dengan Tribunjogja.com, tempo hari.
Vero awalnya berfikir bagaimana caranya bisa bagi-bagi makanan untuk pengemudi ojek online (ojol) yang kadang wara wiri mengantar makanan pesanan customer, namun mereka belum makan.
Ada juga penjual asongan keliling, tukang becak, yang sering ia jumpai di daerah kuliahnya (Mrican) dan tempat kerjanya (Sagan) kadang belum makan setelah seharian bekerja.
"Tapi saya berfikir yang semua orang bisa kasih gitu. Nah lihat TNG (tempat nasi gratis) di Bandung saya pikir kenapa enggak dibuat di Joga dengan mekanisme yang sama dan tempatnya yang strategis," jelas Vero yang kini sedang melanjutkan kuliah S2 di Kajian Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma.
Sejak tahun lalu, ide itu mulai tercetus dan Vero mulai bergerilya mencari lokasi untuk Eta. "Sudah survei sampai mana-mana dari Gejayan ke utara lagi. Tapi sulit cari tempat yang mau nampung Eta dan ngopeni (menjaga)," bebernya.
Kebetulan, Vero menjadi koordinator kusrsus Bahasa Inggris di Mardi Wuto yang lokasinya di area YAP Square dan akhirnya pencarian lokasi Eta berbuah hasil.
"Saya coba izin di sana eh malah boleh dan ada yang ngawasi lagi," ucapnya bungah.
Sekira akhir Februari 2019 berbekal kocek pribadinya ia membikin etalase yang kini menjadi Tempat Nasi Gratis Jogja.
"Kalau bikin proposal terlalu lama dan belum tentu dapat. Akhirnya pakai dana sendiri. Mungkin setelah ada Eta orang baru bisa percaya kalau memang ada programnya. Setelah itu baru ada donasi dari teman," jelasnya.
Saat ini hanya diawasi oleh petugas parkir YAP Square, Eta berdiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kisah-inspiratif-vero-bikin-tempat-nasi-gratis-jogja-siapapun-boleh-mengambil.jpg)