Breaking News:

Pendidikan

3 Mahasiswa AMIKOM Yogyakarta Ciptakan Gablind, Kacamata Navigasi untuk Tuna Netra

Gablind sendiri merupakan karya dari tiga alumni AMIKOM Yogyakarta yaitu Arvin Claudy Frobenius, Jacky Koeswanto, dan Eko Rahman.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ariani Nisma Putri, saat mencoba Gablind, alat bantu navigasi bagi tuna netra, Selasa (30/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ariani Nisma Putri, gadis berusia 13 tahun itu menyunggingkan senyum.

Rona wajahnya tampak bahagia, ketika pertama kali mencoba Gablind (Glasses for the Blind-red), kacamata bantu bagi penyandang tuna netra.

Dengan memakai alat itu, meski tidak bisa melihat, Putri mengaku bisa bepergian ke tempat-tempat yang dia inginkan.

Sewindu Tribun Jogja, Bertekad Jadi Media Rujukan dalam Era Revolusi Industri 4.0

Ia tinggal mendengarkan panduan navigasi yang disambungkan melalui smartphone.

"Alatnya seru. Membantu berjalan. Keren. Pengoperasiannya juga mudah," kata Putri, gadis kelas satu SMP Tumbuh, Panggungharjo, Bantul pada Tribunjogja.com, Selasa (30/4/2019).

Siang itu, di SMP Tumbuh memang sedang digelar launching pengenalan produk Gablind.

Kacamata navigasi yang khusus diperuntukkan bagi penyandang tuna netra.

Acara dihadiri oleh Rektor AMIKOM Yogyakarta Prof Dr M Suyanto dan Direktur Sekolah Tumbuh KPH Wironegoro.

Gablind sendiri merupakan karya dari tiga alumni AMIKOM Yogyakarta yaitu Arvin Claudy Frobenius, Jacky Koeswanto, dan Eko Rahman.

Studi Menyebutkan Orang yang Pakai Kacamata Kemungkinan Lebih Pintar daripada yang Tidak

Mereka melakukan riset selama tiga tahun untuk menciptakan kacamata navigasi itu.

Arvin Frobenius menerangkan Gablind memiliki empat fitur utama. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved