Bantul
Desa Sriharjo Gelar Tradisi Mapag Toya, Doa dan Harapan Memasuki Masa Olah Tanah
Tradisi ini digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun Gerakan Irigasi Bersih (GIB) dan wujud syukur dari para petani mengawali masa pengolaha
Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Iringan Bregada yang mengarak gunungan dalam Tradisi Mapag Toya di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri Bantul, Sabtu (26/4/2019)
Gerakan ini dirancang untuk mengajak seluruh masyarakat di Desa Sriharjo untuk kembali mencintai produk pangan lokal dan melakukan budidaya tanaman pangan lokal.
Pencanangan gerakan Sriharjo Jemuwah Mbrakah rencananya akan dilakukan oleh Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.
Salah Satu Penggagas Gerakan Irigasi Bersih Prof. Dr. Sigit Supadmo Arif mengatakan tradisi Mapag Toya merupakan upaya untuk membersihkan air dari fisik dan rohani.
Ritualnya bukan hanya sekedar kerja bakti pada saluran irigasi saja. Akan tetapi dimulai dari membersihkan hati.
"Jadi gerakan irigasi bersih itu yo resik atine, resik wadage," tutur Guru Besar Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian UGM itu.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/iringan-bregada-yang-mengarak-gunungan-dalam-tradisi-mapag-toya.jpg)