Kulon Progo
Sambut YIA, Bupati Kulon Progo Perkuat Produk Lokal dan Infrastruktur
Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo merencanakan untuk membuat startup transportasi lokal untuk menyambut bandara internasional Yogyakarta (YIA).
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Apalagi, banyak anak usia 16 tahun menggunakan sepeda motor dan belum memiliki SIM.
Maka, dengan model transportasi online yang dikelola mandiri hal tersebut bisa diatasi.
“Nanti arahnya tidak hanya roda dua saja tapi roda empat kami jadikan satu,” urainya.
• Bandara YIA Siap Beroperasi Akhir Bulan Ini, Pesawat Kepresidenan RI 1 Diusulkan Landing Perdana
Produk Lokal
Selain itu, produk unggulan lokal Kulonprogo seperti gula semut, Airku juga akan terus didengungkan untuk menyambut bandara internasional baru tersebut.
Berbagai macam produk lokal unggulan ini, kata dia, bisa dipromosikan untuk menunjang ekonomi kerakyatan yang ada.
“Kami juga akan melaunching pelayanan publik, ekonomi kerakyatan yang upport bandara. Kami punya water treatmen dan lapak-lapak produk lokal yang enam bulan ini kami siapkan,” urainya.
Hasto menambahkan, pertemuannya dengan Sultan HB X juga untuk mempresentasikan pembangunan umum di Kulonprogo seperti proyek bedah Menoreh, dan juga program-program pengentasan kemiskinan.
Pembangunan ini, kata dia, harus disusun secara komprehensif, baik untuk DED, masterplan, dan harus ada sinergi antara rencana tata ruang dan tata wilayah (RTRW) serta RDTR.
“Pembangunan ini harus disegerakan misalnya kawasan di sekitar bandara, Glagah, Congot. Pembebasan tanah harus clear, arahan beliau (Sultan), semua pakai APBD, APBN, bedah Menoreh kami laporkan progresnya,” jelasnya.
Untuk bedah Menoreh ini, ujarnya, harus dikoneksikan dengan JORR.
• Hadapi Lebaran 2019, Sebagian Penerbangan di Bandara ADS Diusulkan Pindah ke YIA
Jadi ada titik temu antara Dekso, Sentolo, Bantul.
Untuk jalan tol menuju Cilacap pun harus dibuat jauh dari bandara.
Rest area pun kalau bisa juga tidak di dalam jalan tol sehingga bisa dinikmati orang menengah ke bawah.
“Masterplan keseluruhan kami akan koordinasi bersama provinsi. Soal aerotropolis tidak hanya dekat bandara. 30 kilometer dari bandara, seperti arah timur atau ke utara juga bisa,” ujarnya.