Sri Sultan HB X dan Menhub 46 Menit ke Bandara YIA Naik Kereta Api

Mereka menaiki KA Solo Ekspres dari Stasiun Maguwoharjo di kompleks Bandar Udara (Bandara) Adisutjipto Yogyakarta pada pukul 08.00 WIB.

Penulis: Sigit Widya | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. PT KAI Daop 6 Yogyakarta
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Menhub Budi Karya Sumadi berbincang dalam perjalanan menggunakan KA Solo Ekspres menuju Stasiun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (24/4/2019). 

Selain itu juga akan dibangun outer ringroad berlajur empat yang mengitari wilayah Yogyakarta.

Mulai dari wilayah Tempel-Prambanan ke selatan dan mengarah ke barat hingga tembus Sentolo sebelum kemudian masuk ke Dekso-Muntilan dan tembus jalan tol Borobudur-Yogyakarta.

"Atau, dari Temon di perbatasan ke atas atau utara lalu ke Dekso. Disamping kemungkinan ad tol ke selatan dari Jakarta, Bandung ke Kroya lalu masuk Yogya-Solo. Tapi ini masih pembicaraan untuk menentukan lokasinya," kata Sultan saat mendampingi Menteri Perhubungan meninjau kesiapan YIA jelang operasi perdana, Rabu (24/4/2019).

Sultan mengatakan, ada kesepakatan lain bahwa pengembangan tol Yogyakarta-Solo itu dimungkinkan terpadu dengan jalur Temon-Prambanan yang tembus ke Manisrenggo (Klaten) dan keluar di Boyolali atau Salatiga.

Jalan ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi tumbuhnya kawasan wisata di lereng Merapi seperti Selo sebagai area utama untuk menikmati panorama Gunung Merapi dan Merbabu dan sekitarnya hingga kawasan Kopeng.

Dengan begitu, kawasan Joglosemar ini benar-benar bisa turut tumbuh, tidak sekadar Borobudur.

"Kalau semua bisa dilakukan, infrastrukturnya dibangun, saya yakin perkembangan investasi oleh pihak ketiga akan makin cepat. Saya yakin tidak hanya Yogya Prambanan yang tumbuh tapi juga Joglosemar," kata Sultan.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa soal jalan tol itu ranah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Namun, ia menyebut konsep yang disampaikan Sultan cukup bagus mengingat infrastruktur adalah alat utama dan harus dibangun dengan memperhatikan efek perekonomian.

"Bagaimana memikirkan ekonomi, eksisting UKM dan ke depan tumbuh sebeapa. Menghubungkan Borobudur dan Joglosemar saya pikir ide yang baik bahwa dalam satu destinasi turis tidak hanya (menginap) satu hari tapi juga dua-tiga hari sehingga devisa banyak. Kita harus memikirkan itu," kata Budi.

Penerbangan Dipindah

Sebagian penerbangan domestik di Bandara Adisucipto Yogyakarta diusulkan dipindah ke Bandara Internasional Yogyakarta (BIY/YIA) di Kulon Progo untuk menghadapi musim Lebaran 2019 ini.

Hal itu untuk mengantisipasi kepadatan jadwal penerbangan di bandara eksisting tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengemukakan usulan tersebut ketika meninjau perkembangan pembanguan Yogyakarta International Aiiport (YIA) di Temon, Kulon Progo, Rabu (24/4/2019).

Turut mendampinginya antara lain Gubernur DIY Sultan Hamengku Buiwono X, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Direktur PT ANgkasa Pura I Faik Fahmi, dan jajaran pejabat lainnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved