Menilik Progres dan Persiapan Jelang Operasional Bandara YIA Kulonprogo Akhir Bulan Ini

Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo telah mengantongi Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Kementerian Perhubungan.

TRIBUNJOGJA/SINGGIH WAHYU
Kondisi perkembangan pembangunan bandara YIA di Kulon Progo hingga Selasa (23/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo telah mengantongi Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Kementerian Perhubungan.

Dengan demikian, bandara baru ini sudah memiliki landasan legalitas untuk melakukan operasi penerbangan dan menjamin keselamatan atas setiap pesawat yang mendarat.

Demikian disampaikan Vice President (VP) Operational Airport PT Angkasa Pura I, Cecep Marga Sanjaya.

"Kami memang mengajukan SBU Sementara karena operasinya belum ultimate, belum jadi seluruhnya. Hanya tiga taxiway yang akan digunakan (untuk operasi perdana internasional). Kalau semua sudah selesai, kita ajukan kembali," kata Cecep.

Bandara YIA Kulonprogo sendiri direncanakan bakal resmi beroperasi minimum pada akhir bulan April 2019 ini.

Simulasi pendaratan perdana pun telah dilakukan beberapa waktu lalu di bandara yang berlokasi di Temon Kulonprogo ini.

Landing perdana pesawat kalibrasi di Bandara Internasional Yogyakarta, Sabtu (20/4/2019)
Landing perdana pesawat kalibrasi di Bandara Internasional Yogyakarta, Sabtu (20/4/2019) (instagram.com/tribunjogja)

Dengan demikian, Bandara YIA Kulonprogo ini disebut telah siap dan layak untuk melakukan operasional minimum akhir bulan ini.

Landasan pacu pesawat atau runway pun disebut sudah selesai 100 persen.

Operasi Penerbangan Internasional YIA, KAI Siapkan Ruang Tunggu Khusus Kereta Bandara

Terminal VIP Bandara Masih Proses Lelang

Penampakan Landing Pesawat Perdana Kalibrasi Jelang Operasi Bandara NYIA, Kemenhub Terbitkan SBU

Terkait temuan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) atas keberadaan material pasir dan debu yang berpotensi mengganggu operasi penerbangan, Cecep menyebut hal itu sudah ditindaklanjuti dengan menghilangkan material terbuka sehingga tidak menjadi masalah lagi.

Dia menyebut, tiap maskapai punya kriteria sendiri atas Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) atau penilaian potensi ganguan dan resiko. Namun, ia menegaskan bahwa bandara YIA sudah sangat aman dan layak untuk operasi penerbangan.

"Siapapun yang mendarat, dijamin bandara ini sudah layak. Dengan legalitas sudah ada, biasanya mereka juga akan ikut (beroperasi)," kata Cecep.

Landasan pacu Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon, Kulonprogo, 2019
Landasan pacu Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon, Kulonprogo, 2019 (IST)

Fasilitas Sisi Udara

Project Manager Pembangunan YIA PT AP I, Taochid Purnama Hadi, mengatakan fasilitas sisi udara (airside) sudah selesai 100 persen dan siap digunakan untuk operasi penerbangan internasional pada 29 April 2019 sesuai rencana.

Untuk menjamin keselamatan penerbangan serta penumpang, ruang gerak pekerja di airside akan dibatasi serta diubah jadwal kerjanya.

Kondisi perkembangan pembangunan bandara YIA di Kulon Progo hingga Selasa (23/4/2019).
Kondisi perkembangan pembangunan bandara YIA di Kulon Progo hingga Selasa (23/4/2019). (Tribun Jogja/ Singgih Wahyu Nugraha)

Persiapan Launching

Adapun untuk persiapan tanggal 29 April mendatang, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyebut sudah ada assestmen kedirgantaraan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sejumlah pilot sudah mengecek dan memberi catatan mengenai landasan bandara.

Perkembangan pembangunan NYIA di Temon, Kabupaten Kulon Progo. Foto diambil 15 April 2019.
Perkembangan pembangunan NYIA di Temon, Kabupaten Kulon Progo. Foto diambil 15 April 2019. (istimewa)

“Deadline 29 April ini harus dilakukan. Sesuai aturan presiden ini mau tidak mau suka dan tidak suka bandara harus di-on-kan. 26 April bisa melakukan uji coba, benar-benar pakai pesawat kalau enggak salah ada beberapa menteri yang mendarat di tanggal itu,” ujarnya.

Namun, Hasto belum memastikan apakah Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir dalam launching bandara tersebut. 

Jalur Kereta Bandara

Persiapan menyambut operasi penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) alias YIA di Kulon Progo juga dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta.

Ruang tunggu khusus untuk penumpang kereta menuju bandara itu disediakan secara khusus pada beberapa stasiun di wilayah operasinya.

Kondisi ruang tunggu khusus penumpang kereta bandara di Stasiun Wates, Selasa (23/4/2019).
Kondisi ruang tunggu khusus penumpang kereta bandara di Stasiun Wates, Selasa (23/4/2019). (TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu)

Ketiga stasiun itu yakni Tugu (Yogyakarta), Wates (Kulon Progo), dan Wojo (Purworejo).

Ruang tunggu ini disediakan secara khusus pada sudut stasiun itu serta dilengkapi konter informasi serta loket penjualan tiket dan ruang tunggu, hingga toilet berstandar internasional.

Kapasitasnya muat hingga sekitar 100 orang.

Operasi Penerbangan Internasional YIA, KAI Siapkan Ruang Tunggu Khusus Kereta Bandara

Startup Transportasi Jadi Rencana Bupati Hasto Sambut Bandara Baru

Di Stasiun Wates, lokasi ruang tunggu kereta bandara itu terletak pada sisi barat bangunan utama tempat penjualan tiket dan ruang tunggu untuk kereta reguler.

Kondisi fasilitasnya sedang dalam tahap perampungan.

"Bangunan yang semula untuk gudang di Stasiun Wates kita sulap jadi ruang tunggu kereta bandara yang bersih dan nyaman. KAI siap untuk menyambut bandara YIA dengan memberikan kenyamanan fasilitas bagi penumpang kereta api menuju bandara," kata Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budianto, Selasa (23/4/2019) di Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Menurutnya, ruang tunggu kereta bandara ini memang sengaja dipisahkan dari area tunggu penumpang kereta reguler.

Pasalnya, layanan yang diberikan bersifat internasional serta tarifnya berbeda.

Jenis keretanya pun menurutnya berbeda dari jadwal reguler karena khusus melayani hilir mudik masyarakat untuk menuju bandara.

Luasan terminal penumpang di NYIA mencapai 210.000 meter persegi dengan kapasitas 14 juta penumpang per tahun atau 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto
Luasan terminal penumpang di NYIA mencapai 210.000 meter persegi dengan kapasitas 14 juta penumpang per tahun atau 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto (TRIBUNjogja.com | Singgih Wahyu Nugraha)

Hanya saja, untuk teknis lebih lanjut seperti jenis kereta yang akan digunakan beserta tarif dan jadwal masih dibahas oleh manajemen pusat KAI.

Nantinya, kereta bandara ini akan disesuaikan dengan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) maupun jadwal penerbangan di YIA.

Sehingga, ada kesesuaian kepentingan pemanfaatan kedua moda transportasi massal itu oleh masyarakat.

Pihaknya juga masih menunggu jadwal pasti penerbangan bandara baru itu.

"Kami menyesuaikan dengan kondisi bandara YIA dan sudah berpikir untuk menyiapkan kereta apa yang layak untuk konsumen pengguna jasa bandara YIA. Jadwalnya akan disusun dalam Gapeka. Misal, kereta ini berhenti di stasiun mana saja lalu disinkronkan dengan jadwal penerbangannya. Intinya, KAI sudah siap," kata Eko. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved