Kulon Progo

Startup Transportasi Jadi Rencana Bupati Hasto Sambut Bandara Baru

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo merencanakan untuk membuat startup transportasi lokal untuk menyambut bandara internasional Yogyakarta (YIA).

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
IST
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Rabu (20/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja,  Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA. COM,  YOGYA - Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo merencanakan untuk membuat startup transportasi lokal untuk menyambut bandara internasional Yogyakarta (YIA).

Selain membuat startup transportasi lokal, Hasto juga akan menyiapkan infrastruktur pendukung bandara baru.

Hal tersebut diungkapkan oleh Hasto usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di kompleks Kepatihan, Selasa (23/4/2019).

Kedatangan Hasto ini salah satunya adalah membahas pembangunan infrastruktur untuk menyambut kehadiran bandara baru di Temon, Kulonprogo.

Terminal VIP Bandara Masih Proses Lelang

 “Januari mendatang insyaallah banyak penumpang melalui bandara baru. Maka, kami persiapkan sopir taksi lokal. Bisa nanti mereka bergabung dengan start up yang ada atau bikin sendiri,” jelasnya. 

Pihaknya pun tengah mengkaji dan melakukan riset terkait dengan pembuatan startup baru tersebut.

Nama untuk startup tersebut bisa menggunakan OJEKKU yang merupakan singkatan dari Ojek Kulonprogo.

Untuk melakukan riset ini diantaranya pihaknya telah menyebarkan kuesioner dan juga telah berkomunikasi dengan komunitas transportasi online di Kulonprogo.

Dia menyebut, ide untuk membuat start up didasari oleh pengangkatan ekonomi kerakyatan.

“Adanya Ojekku atau apalah nanti namanya bisa mengangkat ekonomi masyarakat daripada menjadi buruh orang lebih baik jadi owner,” urainya.

Penampakan Landing Pesawat Perdana Kalibrasi Jelang Operasi Bandara NYIA, Kemenhub Terbitkan SBU

Untuk tahap awal, riset tersebut bisa melalui sekolah yang ada di Kulonprogo.

Hasto mengatakan, ada 80.000 siswa di seluruh Kulonprogo.

Dari kuesioner yang disebar tersebut, kata dia, jika seperempatnya sangat antusias maka startup ini bisa jalan.

“Jumlah itu bisa menjadi start awak untuk modal penumpang. Kalaupun seperempatnya atau 20.000 siswa bisa pakai ini sudah bisa jalan dan kalau engga jalan kebangetan,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved