Pemilu 2019
Ma'ruf Amin Setuju Petugas KPPS yang Meninggal Diberi Penghargaan dan Santunan
Ma'ruf Amin Setuju Petugas KPPS yang Meninggal Diberi Penghargaan dan Santunan
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin turut prihatin atas banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.
"Itu suatu yang memang kita sangat prihatin, banyak korban (meninggal dan sakit) itu mungkin karena kelelahan," ujarnya usai menghadiri silaturrahmi dan doa bersama ulama dan kyai di Pondok Pesantren Al Habibiah Mantrijeron Yogyakarta pada Rabu (24/4/2019).
Ma'ruf juga sepakat apabila para petugas KPPS yang meninggal diberikan penghargaan maupun santunan.
"Saya setuju kepada mereka diberi penghargaan, diberikan santunan atas upaya kerja mereka," lanjutnya.
• Mengenal Sosok Mujiyono, Petugas KPPS di Bantul yang Gugur ketika Bertugas
• Ikuti Rekomendasi Bawaslu, KPU Sleman Rencanakan PSL pada 26 April
Terkait pelaksanaan Pemilu Serentak, Ma'ruf menuturkan perlu untuk dilakukan evaluasi, sebab banyak petugas KPPS meninggal dunia ataupun sakit yang diduga karena kelelahan.
Menurutnya, sistem penyelenggaraan Pemilu Serentak dengan lima surat suara juga perlu dipertimbangkan kembali.
Pemilu Serentak dengan lima surat suara, kata Ma'ruf, untuk menyiapkan keperluannya saja sudah melelahkan.
Terlebih ditambah proses perhitungan suara yang sangat menguras tenaga dan waktu.
"Yang penting supaya tidak terlalu melelahkan. Keinginan serentak tapi bagaimana tidak melelahkan. Nah itu perlu dirundingkan, perlu dibicarakan ulang melihat banyak korban karena kelelahan," terangnya.(tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/maruf-amin-setuju-petugas-kpps-yang-meninggal-diberi-penghargaan-dan-santunan.jpg)