Apa Itu Delusi? Mengenal Delusi, Ciri dan Gejala-gejalanya
Delusi termasuk jenis gangguan mental serius yang disebut psikosis yang terjadi ketika seseorang tidak dapat membedakan antara kenyataan
4. Penganiayaan
Orang dengan gangguan delusi jenis ini percaya bahwa mereka (atau seseorang yang dekat dengan mereka) sedang dianiaya, atau seseorang memata-matai mereka atau berencana untuk menyakiti mereka. Bukan hal yang aneh bagi orang-orang dengan gangguan delusi jenis ini untuk membuat pengaduan berulang-ulang kepada otoritas hukum.
5. Somatik
Seseorang dengan jenis gangguan delusi percaya bahwa ia memiliki cacat fisik atau masalah medis.
6. Campur aduk
Orang dengan jenis gangguan delusi ini memiliki dua atau lebih jenis delusi yang tercantum di atas.
Apa yang menyebabkan gangguan delusi?
Seperti halnya banyak gangguan psikotik lainnya, penyebab pasti gangguan delusi belum diketahui. Namun, para peneliti mengamati peran berbagai faktor genetik, biologis, dan lingkungan atau psikologis.
1. Genetik
Fakta bahwa gangguan delusi lebih sering terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan delusi atau skizofrenia menunjukkan mungkin ada faktor genetik yang terlibat. Dipercayai bahwa, seperti halnya gangguan mental lainnya, kecenderungan untuk mengembangkan gangguan delusi mungkin diturunkan dari orangtua ke anak-anak mereka.
2. Biologis
Para peneliti sedang mempelajari bagaimana kelainan area otak tertentu mungkin terlibat dalam pengembangan gangguan delusi. Ketidakseimbangan bahan kimia tertentu di otak, yang disebut neurotransmitter, juga telah dikaitkan dengan pembentukan gejala delusi.
• Kepala Sekolah Perintahkan Siswi yang Dicabulinya Dibakar Hidup-hidup
Neurotransmitter adalah zat yang membantu sel-sel saraf di otak saling mengirim pesan. Ketidakseimbangan dalam bahan kimia ini dapat mengganggu transmisi pesan, menyebabkan munculnya gejala tersebut.
3. Lingkungan / psikologis
Bukti menunjukkan bahwa gangguan delusi dapat dipicu oleh stres. Penyalahgunaan alkohol dan narkoba juga dapat berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Orang-orang yang cenderung terisolasi, seperti imigran juga berisiko mengalami gangguan delusi.
Apa saja gejala gangguan delusi?
Gejala yang paling umum semisal mudah marah, sering berhalusinasi semisal melihat, mendengar atau merasakan hal-hal yang tidak benar-benar ada. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gangguan-delusi.jpg)