Kota Yogyakarta

Pelepah Pisang dan Kulit Jagung Jadi Busana Etnik yang Unik

Hal tersebut yang terlihat dalam kegiatan Kartini Cinta Bumi yang diselenggarakan SDN Ungaran 1.

Tayang:
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Siswa kelas 2D SDN Ungaran 1, Adelia Emeriy Callista yang berpose menganakan gaun pelepah pisang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kreativitas tidak bisa dibatasi ruang dan waktu. Hal tersebut cocok menggambarkan karya seni yang tercipta dari limbah alam yang disulap menjadi gaun cantik yang sedap dipandang mata.

Hal tersebut yang terlihat dalam kegiatan Kartini Cinta Bumi yang diselenggarakan SDN Ungaran 1.

Memang bukan berangkat dari tangan mungil siswa siswi SDN Ungaran 1 untuk gaun kreasi pelepah pisang dan juga kulit jagung itu.

Gaun tersebut karya salah seorang Wali Murid bernama Retno Tri Kumalasari yang membuatkan anaknya, yakni siswa kelas 2D yang bernama Adelia Emeriy Callista yang juga ikut dalam kegiatan Fashion Show dalam rangka kegiatan Kartini Cinta Bumi, Kamis (11/4/2019).

Retno mengaku, sebenarnya ia tidak memiliki latar belakang seni maupun desain.

Wanita yang kesehariannya merupakan wiraswasta tersebut hanya ingin memanfaatkan limbah alam yang melimpah di sekitarnya dan dapat menampilkan kreasi yang berbeda.

Baca: Pemuda Asal Bantul Olah Limbah Kayu Laut Jadi Rupiah

"Karena kalau dari plastik bekas, itu sudah biasa," jelasnya kepada Tribun Jogja.

Tidak mudah dan tidak bisa secara cepat terakit hingga menjadi busana yang layak pakai. Wanita berusia 40 tahun tersebut menjelaskan bahwa proses panjang dimulai dari penyortiran limbah yang layak pakai yang harus melewati tahap penjemuran terlebih dahulu.

Baik pelepah pisang maupun kulit jagung, harus dipastikan benar-benar kering di bawah terik matahari. Hal tersebut memakan waktu hingga seminggu lamanya.

"Harus kering karena kalau masih basah akan berjamur dan tidak bagus jadinya," bebernya.

Retno lantas membuat pola busana yang ingin ia ciptakan.

Tanpa keahlian menjahit, ia menggandeng rekannya yang lain untuk bisa menginterpretasikan idenya dalam pola yang tersusun apik menjadi gaun unik nan anggun.

Baca: Startup Ini Mengubah Limbah Menjadi Bahan Bangunan

"Ini pelepah pisang digunting sesuai pola yang diinginkan. Lalu ujungnya harus dilem satu per satu agar rapi, kemudian ditata sesuai pola di atas kain, kemudian dijahit," ungkapnya.

Tak hanya menggunakan pelepah pisang dan kulit jagung sebagai bahan pokok, ia menggunakan komponen lain seperti biji-bijian dan tali goni untuk mempercantik busana yang kental dengan nuansa etnik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved