International Visitor Leadership Program

Menikmati Kota San Francisco dari Atas Cable Car

Memang, tak sembarang transportasi publik bisa mengatasi jalanan San Francisco yang berkelok dan naik turun secara tajam.

Tayang:
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho
Cable car melintas di kawasan Pecinan kota San Francisco di negara bagian California 

Namun datangnya bus listrik pada 1944 semakin menekan keberadaan cable car dengan hanya lima jalur yang tersisa.

Cable car San Francisco menanti penumpang di salah satu ujung jalurnya
Cable car San Francisco menanti penumpang di salah satu ujung jalurnya (TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho)

Tram listrik memang tak bisa mengatasi tanjakan terjal, namun bus listrik mudah melibasnya.

Pada 1947, jajaran pemerintahan kota bermaksud menutup dua jalur cable car.

Namun hal ini mendapat tentangan keras dari warga.

Dari referendum yang digelar, kelompok pendukung kelestarian cable car menang telak sehingga jalur yang ada tetap dipertahankan.

Baca: Menjelajah Chicago, Kota Di Bawah Awan

Namun pada 1951 tiga jalur harus ditutup karena perusahaan yang mengoperasikan tidak mampu memenuhi tanggung jawab pada perusahaan asuransi.

Upaya untuk mempertahankan tiga jalur ini tidak sesukses upaya pada 1947.

Beberapa tahun kemudian, moda transportasi ini dianggap tidak aman sehingga harus ditutup untuk diperbaiki.

Namun baru pada 1984 ketika Dianne Feinstein menjadi Walikota, perbaikan menyeluruh dilakukan dengan biaya sekitar 60 juta dollar yang diperoleh dari pemerintah Federal.

Baca: Melihat Lebih Dekat Kacang Chicago yang Sukses Hadirkan Jutaan Turis Melihatnya

Kini, tiga jalur yang tersisa memang tak lagi menjadi andalan warga untuk bepergian karena berbagai wilayah kota sudah bisa dijangkau bus.

Namun, cable car ini menjadi wahana yang diminati turis dengan sekitar tujuh juta turis yang diangkutnya setiap tahun.

Dibalik kesuksesannya, cable car ini juga menjadi perhatian pemerintah karena tingginya risiko kecelakaan.

Di balik atraksi yang menarik tentu ada risiko dan biaya yang harus ditanggung.(TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved