International Visitor Leadership Program
Menikmati Kota San Francisco dari Atas Cable Car
Memang, tak sembarang transportasi publik bisa mengatasi jalanan San Francisco yang berkelok dan naik turun secara tajam.
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Baik naik dari tengah jalu maupun ujung ke ujung, tarifnya sama.
Beberapa saat setelah naik, seorang kondektur akan meminta penumpang membayar.
Sebagai tanda pembayaran diberikan semacam karcis berwarna biru.
Sebagai Ikon kota, Cable Car ini memiliki sejarah panjang.
Sempat memiliki 23 jalur yang dibangun pada 1873-1890, kini cable car hanya memiliki 3 jalur yang masih tetap beroperasi dengan masing-masing jalur sepanjang sekitar 3-4 kilometer.
Dibanding dengan biaya yang dikeluarkan, nampaknya memang mahal.
Namun pengalaman yang didapatkan sebanding.
Di sepanjang perjalanan penumpang menikmati pemandangan kota dengan perpaduan gedung modern dan peninggalan bersejarah.
Tram ini menjadi alat transportasi yang lumayan dibanding harus berjalan kaki mendaki jalanan yang curam.
Memang, tak sembarang transportasi publik bisa mengatasi jalanan San Francisco yang berkelok dan naik turun secara tajam.
Cable Car ini sempat menjadi primadona sebelum gempa bumi besar menghancurkan sebagian besar wilayah San Francisco pada 1906.
Desakan untuk mengganti Cable Car dengan tram listrik tak terhindarkan lagi sehingga pada 1912 hanya tersisa delapan jalur yang masih menggunakan tenaga tarikan kabel.
Untuk bergerak, cable car ini memang mengandalkan tarikan kabel yang berada di bawah tanah di sepanjang jalur.
Bunyi bel pun terdengar bila kita mendekatkan telinga ke jalur cable car.
Ketika berjalan, ada semacam alat pengait pada tram menuju kabel. Ketika berhenti, kait dilepaskan. Dengan teknologi ini, tram bisa mendaki tanjakan terjal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cable-car-melintas-di-kawasan-pecinan-kota-san-francisco-di-negara-bagian-california.jpg)