Yogyakarta

Perkumpulan Yogyakarta Green and Clean Dorong Pemda DIY Manfaatkan Teknologi untuk Tangani Sampah

Perkumpulan Yogyakarta Green and Clean Dorong Pemda DIY Manfaatkan Teknologi untuk Tangani Sampah

Perkumpulan Yogyakarta Green and Clean Dorong Pemda DIY Manfaatkan Teknologi untuk Tangani Sampah
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kondisi sepi tanpa aktivitas di dalam TPST Piyungan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM - Perkumpulan Yogyakarta Green and Clean mendatangi kantor Lembaga Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta (LO DIY).

Sekretaris Perekumpulan Yogyakarta Green and Clean, Erwan Widyarto mengatakan kedatangannya ke LO DIY adalah untuk mengadukan pengelolaan sampah yang saat ini dilakukan oleh pemerintah daerah DIY.

Sejak tahun 2012 Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Piyungan sudah tak mampu menampung sampah.

Baca: DLH Kota Yogyakarta Mulai Lakukan Pengerukan Sampah di Beberapa Depo

Namun hingga saat ini pemerintah hingga saat ini hanya melakukan open dumping saja. Oleh sebab itu, melalui LO DIY, pihaknya ingin mendorong pemerintah untuk lebih baik dalam pengelolaan sampah.

"Sejak 2012 TPAS Piyungan sudah tidak mampu menampung sampah, kemudian ada wacana perluasan. Tetapi hingga saat ini belum ada. Kami ingin mengadu soal pengeloaan sampah, supaya lebih baik dan meminimalkan dampak bagi warga sekitar," katanya saat ditemui di LO DIY, Selasa (2/4/2019).

Baca: Pemusnahan Sampah Jadi Solusi

Ia pun mempertanyakan mengapa pemerintah tidak memanfaatkan teknologi untuk mengurangi sampah. Sejauh ini ia pernah mendengar ada universitas yang memiliki teknologi pengurangan sampah, namun tidak ada respon dari pemerintah.

Menurutnya banyak orang pintar yang menguasai teknologi di Yogyakarta, ditambah lagi banyaknya jumlah universitas di Yogyakarta. Namun hingga saat ini pemerintah masih belum mengambil langkah.

"Ada kok beberapa teknologi, misalnya hidrotermal, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Saya dengar juga ada negara yang mau transfer teknologi, saya pernah mengawal tetapi juga tidak ada kelanjutan," bebernya.

Baca: DLH Kota Yogya : TPST Piyungan Telah Dibuka Kembali, Normalisasi Sampah Butuh Waktu Seminggu

"Lalu ada juga universitas yang memiliki teknologi untuk pengurangan sampah, tetapi tidak ada respon dari pemerintah. Nah ini kan tergantung political willnya saja. Masalah sampah sudah seperti ini, tetpi kok tidak ada solusi yang diambil," sambungnya.

Selain mendorong pemerintah, ia pun ingin agar akademisi juga berperan dalam pengelolaan sampah di DIY. Ia menilai perlu ada kolaborasi pentahelix, yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan juga media.(tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved