Kota Yogyakarta

Izin Berusaha Via OSS, Bisa Minta Panduan Kecamatan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kota Yogyakarta Nurwidihartana menjelaskan bahwa masyarakat bisa datang ke kecamatan untuk mendapatk

Izin Berusaha Via OSS, Bisa Minta Panduan Kecamatan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Prosedur mengurus izin usaha per 1 Januari 2019 telah beralih ke Online Single Submition (OSS).

Pelayanan yang seluruhnya dilakukan secara online tersebut terbilang cukUp baru.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kota Yogyakarta Nurwidihartana menjelaskan bahwa masyarakat bisa datang ke kecamatan untuk mendapatkan panduan.

"Sebenarnya tidak sulit. Persoalannya hanya pada penguasaan IT. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan, kami siap. Kami telah melatih aparat kecamatan dan kelurahan. Kalau masyarakat susah mengakses, nanti akan kami dampingi," bebernya, Selasa (2/4/2019).

Baca: Penerapan OSS di Kulonprogo Perlu Sosialisasi Lagi

Penggunaan OSS, lanjutnya, lebih dekat dengan penggunanya.

Pasalnya kini masyarakat yang ingin mengurus izin usaha tidak perlu datang ke kantor manapun selama sudah bisa mengoperasikan OSS secara mandiri.

"Sebelum ada OSS, mengurus izin secara manual ada di kecamatan untuk mendekatkan ke masyarakat. Tapi dengan OSS, lebih dekat lagi karena mereka tidak perlu pergi ke mana-mana. Cara pakainya sama seperti kita pakai layanan ojek online, penyedia jasa akomodasi di internet, dan sebagainya," ungkapnya.

Meski mengurus izin berusaha menjadi semakin mudah, namun tetap ada upaya pengawalan investasi yang dalam hal ini dilakukan oleh daerah.

Baca: 32 Minimarket Modern Belum Ajukan Izin, Disperindag Sleman Beri Peringatan

"Jadi dari OSS akan mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), nanti kami akan data NIB untuk melakukan monitoring di lapangan, usahanya apa, pegawainya berapa, dan seterusnya kami cek kesesuaian data dengan realisasinya," ujarnya.

NIB dapat terbit, lanjutnya, meski pengakses belum sepenuhnya memenuhi komitmen.

Misalkan untuk sebuah perusahaan besar yang harus berbentuk PT wajib memenuhi komitmen tertib Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan dokumen lingkungan.

"Kalau PT yang izin usaha di Kota Yogyakarta, semuanya sudah tertib. Izin usaha sedang yang kadang belum tertib. Misalkan IMB dan dokumen lingkungan sudah ada, tapi SLF belum. Ini yang kami dorong untuk segera menyelesaikan komitmen," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Gatot Sudarmono menjelaskan bahwa yang bisa menggunakan OSS untuk mengurus perizinan berusaha adalah semua pelaku usaha yang berbentuk badan usaha maupun perorangan, usaha mikro, kecil, menengah maupun besar, usaha perorangan atau badan usaha yang berdiri sebelum operasionalisasi OSS, dan usaha dengan modal yang seluruhnya dari dalam negeri atau komposisi modal asing.

"Beberapa manfaat menggunakan OSS yakni mempermudah pengurusan berbagai perizinan berusaha, memfasilitasi pelaku usaha untuk terhubung dengan semua stakeholder dan memperoleh izin secara aman dan cepat, melakukan pelaporan dan pemecahan masalah perizinan dalam satu tempat, dan memfasilitasi pelaku usaha untuk menyimpan data perizinan dalam satu NIB," bebernya.(TRIBUNJOGJA.COM)
 

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved