Breaking News:

Bantul

Dibalik TPST Piyungan yang 'Ditutup'

Kendaraan berat yang setiap hari beroperasi di antara tumpukan sampah, siang itu juga tidak terlihat. Aktivitas sepi.

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kondisi sepi tanpa aktivitas di dalam TPST Piyungan 

Apalagi diperparah dengan musim hujan saat ini, jalan perkampungan menjadi becek, kotor dan berbau.

Warga di sekitar lokasi pembuangan sampah, menurut dia, sebenarnya sudah berulang kali protes dan minta kepada pengelola untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di TPST Piyungan itu, namun tak kunjung ada tindakan.

Sebab itu, ia bersama sejumlah warga lain, akhirnya menutup.

"Sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata dia, tegas.

Baca: 200 Warga Sekitar TPST Piyungan Bantul Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

Gombal tidak sendirian, ia duduk di pos siskamling bersama sejumlah warga.

Kata warga yang duduk di samping Gombak, sejumlah armada truk pengangkut sampah sejak pagi banyak yang antre untuk membuang sampah, namun diminta untuk kembali.

"Keinginan warga kalau belum ada lahan baru, belum bisa dibuka," tutur dia.

Ada lima warga yang siang itu duduk di pos siskamling.

Tribun menyempatkan untuk melihat langsung kondisi di area tempat pembuangan sampah yang dibangun sejak tahun 1995 itu. Sebagian ruas jalan memang dipenuhi lumpur dan becek.

Bahkan saat sedang melihat tumpukan sampah di pinggir pagar--batas pembungaan-- kaki wartawan sempat terperosok ke dalam lumpur, di pinggir jalan.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved