Sleman

Rujak Senthe dan Celeng Kewengan, Batik Langka Asal Seyegan

Sebagai negara yang menjadikan batik sebagai identitas bangsa, Indonesia memiliki motif batik yang sangat beragam.

Rujak Senthe dan Celeng Kewengan, Batik Langka Asal Seyegan
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Seorang pekerja sedang membatik. Nampak di belakangnya beberapa kain yang sudah selesai dibatik 

Ia menjelaskan, motif Gedok dan Celeng Kewengan diterapkan pada kain selendang.

Sementara Rujak Senthe diperuntukkan bagi kain lebar.

Sebagai penerus keluarga dan juga satu-satunya orang yang memproduksi batik, Machrus sendiri mengakui sudah tidak lagi memahami filosofi dari 3 motif batik tersebut.

"Masih perlu kami gali, sejauh ini kami sebatas mengetahui kegunaannya di tradisi masyarakat sini," ujar Machrus.

Baca: Rumah Zakat Bina Kampung Batik Ecoprint Brontokusuman

Salah satu motif yaitu Celeng Kewengan misalnya, Machrus menjelaskan motif yang diaplikasikan di selendang ini digunakan untuk tradisi Mitoni.

Mitoni, dalam tradisi Jawa, merupakan ritual yang dilakukan saat ibu sedang mengandung 7 bulan.

Ritual ini dilakukan sebagai persiapan menjelang persalinan.

"Selendang motif ini juga digunakan untuk membedong bayi," tutur Machrus.

Machrus mulai memproduksi batik khas Susukan sejak 2010 untuk komersil.

Muhammad Machrus, pemilik usaha Abirupha Bathik dan juga membuat batik khas Dusun Susukan, Margokaton, Seyegan, Sleman
Muhammad Machrus, pemilik usaha Abirupha Bathik dan juga membuat batik khas Dusun Susukan, Margokaton, Seyegan, Sleman (TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando)

Tidak hanya motif khas Susukan, usaha batik miliknya juga mengerjakan motif khas Sleman dan motif-motif lainnya.

Halaman
123
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved