Sleman
Rujak Senthe dan Celeng Kewengan, Batik Langka Asal Seyegan
Sebagai negara yang menjadikan batik sebagai identitas bangsa, Indonesia memiliki motif batik yang sangat beragam.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Mitoni, dalam tradisi Jawa, merupakan ritual yang dilakukan saat ibu sedang mengandung 7 bulan.
Ritual ini dilakukan sebagai persiapan menjelang persalinan.
"Selendang motif ini juga digunakan untuk membedong bayi," tutur Machrus.
Machrus mulai memproduksi batik khas Susukan sejak 2010 untuk komersil.
Tidak hanya motif khas Susukan, usaha batik miliknya juga mengerjakan motif khas Sleman dan motif-motif lainnya.
Kain selendang ia lepas mulai harga Rp 125 ribu, sementara untuk kain lebar dijual mulai Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu.
Selama sebulan, Machrus mampu memproduksi 15 potong kain.
Seluruhnya dilakukan dengan metode batik tulis.
Machrus menyatakan penjualan sempat mengalami penurunan, namun dua tahun terakhir kembali meningkat.
Penjualan pun menurutnya terbantu oleh dukungan media sosial.
Baca: Motif Batik Truntum Khas Yogyakarta Bakal Mejeng di Grand Final Puteri Indonesia 2019
Namun demikian, Mahcrus belum akan memperluas jangkauan pasarnya.
Ia masih membatasi di kawasan lingkungannya saja.
"Peminatnya juga hanya dari kalangan tertentu. Namun secara umum pembelinya banyak ibu-ibu yang menjualnya lagi di pasar tradisional," jelas Machrus.
Machrus pun berharap ada yang bisa meneruskan usahanya, terutama dari generasi muda.
Apalagi ia ingin batik khas Susukan tetap terjaga kelestariannya.
"Sebab motif batik tersebut jadi identitas dari Dusun Susukan," kata Machrus.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/seorang-pekerja-sedang-membatik.jpg)