Kota Yogyakarta

Lahan Sempit Bukan Hambatan Menanam Sayur

Ke depan, Sugeng berharap agar keberadaan kampung sayur dapat terintegrasi dengan kampung budaya dan kampung wisata.

Tayang:
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Tampilan kebun sayur indoor milik Kelompok Tani Kemuning Pringgokusuman. 

Keberadaan kelompok sayur yang saat ini berjumlah 176 kelompok, telah mampu meningkatkan ketahanan pangan di wilayah masing-masing.

Selain itu, dampak dari gerakan menanam sayur yang merek lakukan juga telah memberikan dampak pada aspek ekonomi.

"Misalkan ada warung, sayurnya ambil di sana. Ada tukang bakso, ambil sawinya di sana," bebernya.

Ke depan, Sugeng berharap agar keberadaan kampung sayur dapat terintegrasi dengan kampung budaya dan kampung wisata.

Hal itu membuat wisatawan, nantinya juga bisa melihat dan merasakan produk sayur dari kelompok sayur yang tersebar di tiap kecamatan.

Baca: Dinkes DIY Sosialisasi Germas di Desa Bangunjiwo, Ajak Warga Perbanyak Konsumsi Sayuran

"Jadi harapan saya, dalam satu kecamatan ada kampung wisata, itu bisa dibuatkan paket wisata yang salah satunya mampir ke kampung sayur ini," urainya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan bahwa keberadaan kampung sayur tersebut membuktikan bahwa keterbatasan lahan pertanian di kota bukan penghalang untuk bisa memiliki beragam jenis sayuran yang bisa dikonsumsi dan juga dipasarkan.

"Ini juga termasuk bagian dari kreativitas. Ini agar tidak hanya menanam tapi juga menginspirasi ibu rumah tangga lainnya untuk menanam sayur dalam rumahnya," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved