Kulon Progo

Hindari Polemik, Pengelola Minta Glamping De'Loano Bersinergi dengan Desa Wisata Nglinggo

Hindari Polemik, Pengelola Minta Glamping De'Loano Bersinergi dengan Desa Wisata Nglinggo

Hindari Polemik, Pengelola Minta Glamping De'Loano Bersinergi dengan Desa Wisata Nglinggo
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu
Wisatawan berfoto dengan latar pemandangan alam di area wisata Puncak Nglinggo, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM - Munculnya kawasan glamourous camping (glamping) De'Loano bagai dua sisi mata uang.

Jika bisa disinergikan dengan destinasi wisata lain yang sudah muncul lebih dulu di Kulon Progo, keberadaannya menjadi berkah. Namun, tanpa sinergi itu, glamping justru berpotensi menjadi ancaman.

Lokasi Glamping De'Loano di hutan pinus wilayah Kabupaten Purworejo itu berjarak sangat dekat dengan destinasi wisata Puncak Nglinggo dan Tritis di wilayah Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.

Bahkan, satu-satunya akses menuju lokasi perkemahan yang dikelola Badan Otorita Borobudur itu menggunakan jalan milik Kulon Progo di Nglinggo.

Baca: Rekomendasi 5 Warung Bakso B2 di Yogyakarta

"Saat ini, akses paling mudah ke sana memang lewat Nglinggo karena hanya berjarak sekitar 400 meter saja dari sini. Harapan kami, keberadaan glamping itu bisa mendongkrak kunjungan ke Nglinggo, bukan sebaliknya, mematikan usaha wisata dan pendukungnya yang sudah ada di sini" tutur Ketua Pengelola Desa Wisata Nglinggo, Teguh Rumpoko, Minggu (10/3/2019).

Dengan pengelolaan oleh BOB yang di bawah naungan Kementerian Pariwisata itu, menurut Teguh, bukan tidak mungkin glamping De'Loano bisa berkembang lebih pesat karena disokong kepastian anggaran lebih besar.

Termasuk juga pengembangan atraksi wisatanya meski sekarang baru ada arena kemah saja. Hal itu tentu saja berbeda dengan Nglinggo yang basis pengelolaannya hanya swadaya masyarakat serta terbatas menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Lahan area wisata yang berstatus tanah milik pribadi masyarakat menjadi penghalang bagi Pemkab menyalurkan dana bantuan sosial untuk pengembangannya.

Baca: Bupati Sleman Turut Finish di event Volcano Run 2019

Bantuan pemerintah sejauh ini hanya bisa diterapkan untuk pembangunan gardu pandang beserta anak tangga dan lampu penerangan saja. Juga, pengadaan toilet berstandar internasional pada puluhan homestay milik masyarakat.

Maka itu, lanjut Teguh, pihaknya berharap ada sinergi dan kerja sama antara glamping dengan wisata Nglinggo yang sudah lebih dulu hadir.

Kerja sama yang bisa dilakukan di antaranya menyatukan paket kunjungan. Saat ini, Nglinggo sudah punya beberapa paket wisata edukasi seperti memetik daun teh dan biji kopi, memanen nira, hingga wisata offroad yang telah dibikin pengelola wisata Nglinggo beserta masyarakat setempat.

Baca: Peduli Bumi, Sejumlah Komunitas Kerja Bakti Bersih Sampah di Pantai Parangkusumo

Bahkan, masyarakat Nglinggo sebetulnya juga sudah lebih dulu memanfaatkan area hutan pinus itu untuk jalur wisata offroad dan kini cukup banyak peminatnya.

"Harapan kami, BOB bisa semakin memajukan Nglinggo-Tritis, jangan sampai malah mati suri. Artinya, BOB harus melihat hutan pinus dan kebun teh dalam satu paket. Nglinggo mungkin kalah dari segi lokasi namun kita sudah punya paket wisata edukasi," kata Teguh. (tribunjogja)

Penulis: ing
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved