Kota Yogya

Kasus DBD Masih Tinggi, Permintaan Trombosit di PMI Kota Yogya Naik 60 Persen

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogya pada Januari 2019 sebanyak 68 kasus, sementara untuk Februari 2019 sebanyak 46 kasus.

Kasus DBD Masih Tinggi, Permintaan Trombosit di PMI Kota Yogya Naik 60 Persen
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogya masih terbilang tinggi.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu mengungkapkan pada Januari 2019 sebanyak 68 kasus.

Sementara untuk Februari 2019 sebanyak 46 kasus.

Baca: Uniknya Citarasa Choi Pan di Yamie Singkawang Yogyakarta

"Masih ada DBD terutama karena sekarang masih musim hujan. DBD memang menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan seperti ini. Tentu yang perlu dilakukan masyarakat adalah menjaga pola hidup sehat, dan tentu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSM) untuk mencegah jentik," ungkapnya pada Tribunjogja.com, Sabtu (9/3/2019).

Dari 45 kelurahan yang ada di Kota Yogya, Kelurahan Notoprajan menjadi kelurahan dengan kasus DBD terbanyak, yaitu sembilan kasus, disusul Kelurahan Baciro sebanyak delapan kasus.

Sejalan dengan masih tingginya kasus DBD, permintaan trombosit di PMI Kota Yogya pun meningkat.

Bahkan kenaikan permintaan trombosit sekitar 60 persen.

Staf Bagian Perekrutan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Kota Yogya, Noor Hidayatullah menjelaskan pada Bulan Januari 2019, permintaan trombosit di PMI Kota Yogya mencapai 300 kantong.

Baca: Hingga Februari, Kasus DBD di Kulon Progo Capai 36 Kasus, Pemkab Laksanakan Gertak PSN

Permintaan terus meningkat pada bulan Februari hingga 500 kantong.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved