Gempa Solok Selatan Ungkap Percabangan Sesar Besar Sumatra yang Belum Banyak Diketahui
Pemicu gempa Solok Selatan diduga berasal dari percabangan (splay) dari Sesar Besar Sumatra (The Great Sumatra Fault Zone) yang belum banyak terungkap
Daryono menyebut bahwa catatan sejarah gempa besar di Segmen Suliti tidak banyak. Tetapi pada bagian selatan Segmen Suliti yang berdekatan dengan Segmen Siulak dalam catatan sejarah pernah terjadi 2 kali gempa dahsyat, yaitu Gempa Kerinci 1909 (M 7,6) dan 1995 (M 7,0).
"Salah satu peristiwa gempa dahsyat di perbatasan Sumatara Barat, Bangkulu, dan Jambi adalah gempa merusak yang terjadi pada 4 Juni 1909, sekitar 7 tahun setelah wilayah ini diduduki oleh Hindia-Belanda," ujar Daryono.
"Gempa tektonik yang dipicu akibat aktivitas Sesar Besar Sumatra tepatnya di segmen Siulak ini berkekuatan M 7,6," tambahnya.

Dia mengatakan, gempa ini menjadi gempa darat paling kuat yang mengawali abad ke-20 di Hindia-Belanda.
Peristiwa gempa dahsyat ini banyak ditulis dan diberitakan dalam berbagai surat kabar Pemerintah Hindia Belanda saat itu.
"Jumlah korban jiwa meninggal akibat gempa Kerinci saat itu sangat banyak mencapai lebih dari 230 orang, sementara korban luka ringan dan berat dilaporkan juga sangat banyak," tutur Daryono.
"Sejarah gempa dahsyat yang melanda Kerinci tahun 1909 kemudian terulang kembali pada tahun 1995. Gempa Kerinci berkekuatan M 7,0 terjadi terjadi pada 7 Oktober 1995 yang mengakibatkan kerusakan parah di Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci," imbuhnya.
Baca: Munas NU Haramkan Bisnis MLM, Dinilai Menyalahi Prinsip Akad Transaksi
Gempa kedua ini menyebabkan 84 orang meninggal, 558 orang luka berat dan 1.310 orang luka ringan. Sementara 7.137 rumah, sarana transportasi, sarana irigasi, tempat ibadah, pasar dan pertokoan mengalami kerusakan.
"Ada pelajaran penting yang dapat kita petik dari peristiwa gempa di Solok Selatan termasuk catatan gempa Kerinci 1909 dan 1995. Bahwa, keberadaan zona Sesar Besar Sumatra harus selalu kita waspadai," tegas Daryono.
"Jika terjadi aktivitas pergeseran sesar ini maka efeknya dapat sangat merusak karena karakteristik gempanya yang berkedalaman dangkal dan jalur sesar yang berdekatan dengan permukiman penduduk," imbuhnya. (Resa Eka Ayu Sartika)
.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa Solok Bukti Banyak Percabangan Sesar Besar Sumatra Belum Terpetakan"