Gunungkidul
Pemkab Gunungkidul Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan Berkat Sektor Pariwisata
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berhasil menurunkan angka kemiskinan melalui sektor pariwisata.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berhasil menurunkan angka kemiskinan melalui sektor pariwisata.
Namun masih ada beberapa daerah yang masih kurang dalam pengembangan.
Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, dari data Badan Pusat statistik (BPS), kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul berhasil turun yang pada tahun 2018 di angka 17,12 persen.
Angka ini turun 1,5 persen dibanding tahun lalu yang berada di angka 18,65 persen.
Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing
Sedangkan tahun 2016 angka kemiskinan di Gunungkidul berada di angka 19,34.
"Pariwisata yang menjadi ikon Gunungkidul telah mampu menurunkan angka kemiskinan, kemiskinan turun karena banyak masyarakat yang bekerja di bidang pariwisata," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (28/2/2019).
Ia berharap, tahun depan angka kemiskinan dapat kembali diturunkan.
Ditambah lagi sejumlah insfrastruktur telah dibangun oleh pemerintah daerah yang diharapkan mampu mendongkrak pariwisata.
"Satu di antaranya pembangunan JJLS (jalur jalan Lintas Selatan) yang sebentar lagi disambung dengan jembatan kelok 18, dengan adanya insfrastruktur jalan tersebut dapat mempermudah akses masyarakat dari NYIA maupun sebaliknya, ditambah lagi sisi utara ada jalan baru yang langsung menuju kabupaten Sleman," ucapnya.
Baca: Pemkab Gunungkidul Berencana Tata Kota Wonosari
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengatakan, penurunan angka kemiskinan tersebut dinilai signifikan.
Walaupun Gunungkidul berada di peringkat terbawah di Yogyakarta, namun presentase penurunan Gunungkidul merupakan tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya.
"Kita targetkan pada 2021 kita mampu berada pada angka 15 persen. Pengambilan sampel oleh BPS dengan satu di antaranya terkait konsumsi atau pengeluaran. Kalau pengurangan kurang dari Rp 275.000 perbulan, dianggap miskin, maka Gunungkidul cukup sulit untuk keluar dari wilayah miskin," paparnya.
Drajad menambahkan Pemkab Gunungkidul telah menyiapkan strategi untuk menarik wisatawan.
Seperti pada tahun ini, Pemkab Gunungkidul akan membuat Amdal kawasan wisata.
Baca: Disbud Gunungkidul Keliling Desa Kenalkan Budaya Jawa Kepada Kalangan Anak-anak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)