Kota Yogya
Tekan Penyebaran Virus DBD, WMP Sebar 500 Perangkap Nyamuk di Kota Yogya
BG Trap menjadi satu dari beberapa upaya WMP bersama Pemkot Yogyakarta untuk menekan populasi nyamuk DBD.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - World Mosquito Program (WMP) Indonesia yang berkedudukan di Yogyakarta telah menyebar ratusan perangkap nyamuk Aedes aegypti.
Nyamuk Aedes merupakan perantara tersebarnya virus dengue yang menyebabkan Demam Berdarah (DBD).
Anggota WMP, dr Riris Andono Ahmad menyatakan, perangkap nyamuk yang dinamakan BG (Biogents) Trap ini ditempatkan tersebar di sebagian besar wilayah Kota Yogyakarta.
"Ada sekitar 500 BG Trap yang kami sebar. Jarak antar lokasinya kami atur agar sama," jelas Andono saat ditemui Tribunjogja.com di Gedung Pusat UGM, Kamis (07/02/2019).
Perangkap khusus ini didesain agar mampu menarik nyamuk dengan warnanya yang kontras.
Baca: Kawasaki W175 Cafe Bakal Jadi Idola Baru Pecinta Motor Retro
Setelahnya, nyamuk akan tersedot ke dalam perangkap yang terpasang kipas angin.
Menurut Andono, berdasarkan data terakhir di 2018, penerapan perangkap tersebut menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.
"Ada lebih dari 10 ekor nyamuk Aedes aegypti yang didapat per rumah, per minggu, per unit perangkapnya," ungkap Andono.
BG Trap menjadi satu dari beberapa upaya WMP bersama Pemkot Yogyakarta untuk menekan populasi nyamuk DBD, termasuk mencegah penyebaran menjadi lebih luas.
Baca: Kasus DBD di Kota Yogya Alami Peningkatan Selama Januari 2019
Pencegahan tersebut nantinya turut berimplikasi pada jumlah kasus DBD yang ada di Yogyakarta.
Meskipun demikian, Andono menyatakan penggunaan BG Trap ini masih sebagai bagian dari penelitian. Agar data terkait pengaruhnya terhadap kasus DBD akurat, WMP menggunakan teknik komparasi.
"Akan kami bandingkan berdasarkan data Puskesmas, jumlah kasus dari warga yang memasang BG Trap dan yang tidak," kata Andono.(*)