Sleman
Kualitas Lingkungan Hidup di Sleman Buruk, Hampir Semua Sungai Alami Pencemaran
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Dwi Anta Sudibya mengungkapkan bahwa kualitas lingkungan hidup (KLH) di Sleman masih di bawah skor 60
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Dwi Anta Sudibya mengungkapkan bahwa kualitas lingkungan hidup (KLH) di Sleman masih di bawah skor 60.
Skor tersebut menandakan bahwa KLH di Sleman masih termasuk buruk.
"Faktor utamanya terutama karena kualitas air yang buruk, tinggi akan bakteri e-coli," papar Dwi di Banyuraden, Gamping pada Selasa (29/01/2019).
Senada dengan Dwi, Ketua Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) Irawan bahkan menyatakan bahwa hampir semua titik sungai di Sleman mengalami pencemaran.
Baca: Hujan Deras Disertai Angin dan Es, BPBD Sleman : Sebuah Baliho Roboh, 8 Pohon Tumbang, 3 Rumah Rusak
Baca: Wisatawan Kaget Tidak Ada PKL di Malioboro
Lokasi yang masih bersih hanyalah di bagian hulu atau mata air dari sungai tersebut.
"Menurut data DLH Sleman di 2017, pencemaran sungai di kabupaten ini persentasenya di atas 80 persen," ungkap Irawan.
Baik Dwi dan Irawan menjelaskan, tingginya tingkat pencemaran sungai di Sleman lantaran hampir semua kawasan pinggir sungai dijadikan pemukiman.
Belum lagi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri yang tidak terpantau dengan baik.
"Pengolahannya memang dilakukan, tetapi indikator pencemarannya tidak terpantau," jelas Irawan.(tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kualitas-lingkungan-hidup-di-sleman-buruk-hampir-semua-sungai-alami-pencemaran.jpg)