Yogyakarta
HPJI : Pengerjaan Proyek Underpass Kentungan Harus Perhatikan Mutu
Ketua DPD HPJI menyebut, meski ada batas waktu pekerjaan namun bukan berarti dilaksanakan secara asal-asalan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
“Jangan sampai di bawah lancar tetapi di atas tetap terjadi kemacetan, seperti flyover Jombor pada saat beban puncak yang dibawah (dari arah utara dan selatan) terjadi kemacetan,” paparnya.
Kapasitas simpang di luar underpass atau flyover semakin lama juga semakin mendekati limitnya karena penggunaan kendaraan pribadi yang bertambah dengan cepat.
Bisa disimpulkan bahwa penyediaan angkutan umum masal tetap harus dikembangkan.
“Sehingga bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” tukasnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Kentungan dan bandara Satker PJN, Direktorat Jendral Bina Marga Kementrian PUPR, Sidik Hidayat menyebutkan pengerjaan proyek underpass bandara baru NYIA dan
Kentungan terus berjalan.
Baca: Sekda DIY Sebut Proyek Underpass Kentungan dan Bandara Selesai Tahun 2019
Untuk underpass bandara sudah berjalan hingga 10 segmen atau sekitar 330 meter.
Pihaknya optimistis bisa menyelesaikan hingga 400 meter hingga bulan April 2019 ini.
“Progres pembangunan underpass bandara NYIA sudah berjalan bagus selama dua bulan ini. Sekarang kami bekerja hingga sekitar 10 segmen atau 330 meter,” ujarnya.
Sementara untuk underpass Kentungan, pihaknya fokus melakukan pengerjaan sisi barat terlebih dahulu.
Sidik juga menerangkan jika pihaknya masih akan membuka jalan seluas 2,8 meter di sisi kiri agar kendaraan masih bisa lewat.
Dia juga menerangkan jika pihaknya saat ini juga masih terfokus pada pengalihan jalan dan pembatas untuk keselamatan.
Untuk saat ini, pihaknya juga fokus pada guiding, keselamatan, karena pihaknya tetap harus menjaga keamanan. (*)