Yogyakarta
HPJI : Pengerjaan Proyek Underpass Kentungan Harus Perhatikan Mutu
Ketua DPD HPJI menyebut, meski ada batas waktu pekerjaan namun bukan berarti dilaksanakan secara asal-asalan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pembangunan underpass Kentungan dan Bandara yang memiliki dampak manfaat cukup besar bagi masyarakat DIY perlu memperhatikan beberapas aspek teknis.
Diantaranya adalah kelengkapan rambu dan juga cermat dalam pengerjaannya meskipun waktu pengerjaannya
dibatasi.
Ketua Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI), Tjipto Haribowo menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan proyek underpass baik bandara maupun Kentungan harus benar-benar
memperhatikan mutu.
Meski ada batas waktu pekerjaan namun bukan berarti dilaksanakan secara asal-asalan.
“Jangan sampai percepatan waktu mengurangi mutu pekerjaan. Percepatan ini bisa dilakukan dengan cara menggunakan manajemen dan teknologi yang tepat,” ujarnya kepada Tribunjogja.com, Minggu (27/1/2019).
Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi
Dia mengatakan, pengerjaan proyek underpass banyak didominasi pekerjaan galian, timbunan dan struktur.
Sehingga, harus dilihat secara seksama dalam pengerjaannya. Jangan sampai, kata dia, terjadi kerusakan konstruksi yang dini seperti di underpass akses jalan lokal di bawah jalur kereta bandara Soekarno- Hatta beberapa waktu lalu.
“Untuk underpass Kentungan saya lihat rambu-rambu yang bersifat informasi, petunjuk dan larangan masih kurang, terutama bagi pengguna jalur arteri utara yang dari luar kota yang belum mengetahui adanya
pembungunan ini,” urainya.
Dia menjelaskan, jika melihat sisi manfaat pembangunan underpass Kentungan dan bandara diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di persimpangan.
Sementara, dibangunnya underpass di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang berada di bawah bandara NYIA adalah
agar lalu lintas di jalur selatan tidak terputus.
“Selain itu juga untuk mempermudah akses masuk bandara bagi kendaraan yang menggunakan JJLS,” jelasnya.
Tjipto menerangkan, pada intinya, JJLS dibangun untuk mengembangkan wilayah selatan Jawa, dan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di bagian utara dan tengah Jawa, sehingga ke depan kepadatan lalu lintas
di JJLS juga akan semakin bertambah.
Baca: Proyek Underpass Bandara NYIA Kulon Progo Sudah Capai 330 Meter
“Underpass JJLS juga untuk memfasilitasi masyarakat lokal yang sehari-hari menggunakan jalur ini untuk kegiatan
sosial-budaya-ekonominya,” imbuhnya.
Untuk underpass Kentungan, nantinya tidak ada hambatan untuk kendaraan yang bersifat menerus (lintas wilayah) barat-timur dan sebaliknya.
Namun, lalu lintas yang di atasnya juga perlu penanganan yang serius karena dari arah Jogja-Kaliurang (lalu lintas lokal) amat padat.