Yogyakarta

Sekda DIY Sebut Proyek Underpass Kentungan dan Bandara Selesai Tahun 2019

Sekda DIY, Gatot Saptadi menegaskan jika pengerjaan proyek underpass Kentungan tidak mundur alias tepat sesuai dengan jadwal.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Foto udara yang menampilkan kawasan simpang empat kentungan yang mulai ditutup sebagain jalannya untuk pengerjaan proyek underpass di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (18/1/2019). Mulai hari ini, Jumat (18/1) sebagain ruas jalan sudah mulai ditutup dan mulai dilakukan pengerjaan pengerukan badan jalan. Diharapkan pengguna jalan dapat mencari jalur alternatif untuk menghindari kawasan proyek underpass Kentungan yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2019. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekda DIY, Gatot Saptadi menegaskan jika pengerjaan proyek underpass Kentungan tidak mundur alias tepat sesuai dengan jadwal.

Pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar sekaligus menunggu proyek tersebut selesai di tahun ini.

“Underpass Kentungan jalan terus tidak mundur-mundur pengerjaannya. Kalau mundur satu atau dua hari saja itu bagian dari persiapan,” ujar Gatot pada Tribunjogja.com, Jumat (25/1/2019).

Dia menjelaskan, dari beberapa kali pengamatan yang dilaksanakan oleh Pemprov DIY, pengerjaan proyek tersebut sangat mematuhi jadwal.

Selain itu, target untuk penyelesaian pada akhir tahun ini pun dimungkinkan akan tercapai.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

“Kita tunggu saja jadwalnya tahun ini (selesai). Kami duduk bareng bersama PJN mereka bekerja,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk proyek underpass yang dikerjakan oleh PJN ada dua, yakni Kentungan dan bandara NYIA.

Proyek underpass untuk bandara ditargetkan bisa mencapai 1 kilometer.

Sedangkan untuk April ditargetkan bisa selesai sekitar 400 meter.

“Pokoknya ditunggu saja (penyelesaiannya),” ulasnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Kentungan Satker PJN, Direktorat Jendral Bina Marga Kementrian PUPR, Sidik Hidayat menjelaskan pihaknya akan fokus melakukan pengerjaan sisi barat terlebih dahulu.

Sidik juga menerangkan jika pihaknya masih akan membuka jalan seluas 2,8 meter di sisi kiri agar kendaraan masih bisa lewat.

"Yang sisi barat terlebih dahulu, nanti sisi kirinya kita masih buka 2,8 meter. Sesuai dengan komitmen awal kita, dimana tidak akan kita tutup secara total. Untuk bus besar memang tidak bisa lewat, paling seukuran Trans Jogja yang masih bisa lewat," terangnya.

Baca: Kemacetan Akibat Proyek Underpass Kentungan Diprediksi Terjadi di Satu Bulan Pertama

Dia juga menerangkan jika pihaknya saat ini juga masih terfokus pada pengalihan jalan dan pembatas untuk keselamatan.

Untuk saat ini, pihaknya juga fokus pada guiding, keselamatan, karena pihaknya tetap harus menjaga keamanan.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved