Gunungkidul
Pascaperistiwa Penyerangan Ular, Pemkab Gunungkidul Imbau Kebersihan Kandang Ternak Diperhatikan
Penyerangan ular di Ponjong diduga terjadi karena ular tersebut hendak memangsa hewan ternak milik Sarjiyem yang berada di belakang rumah.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kejadian penyerangan ular terhadap ibu dan anak di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong disinyalir karena ular ingin memangsa hewan ternak milik korban.
Untuk menghindari hal serupa terulang lagi, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menghimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak untuk memperhatikan kebersihan kandang ternak.
Kepala Bidang, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Suseno Budi, mengatakan penyerangan ular di Ponjong diduga terjadi karena ular tersebut hendak memangsa hewan ternak milik Sarjiyem yang berada di belakang rumah.
Baca: 13 Langkah Flawless Make Up Look Flormar, Lengkap dengan Video Tutorial
"Penyerangan hewan liar terhadap hewan ternak di Kabupaten Gunungkidul terjadi tidak hanya satu kali saja, yang kemarin itu karena ular ingin memangsa ternak tetapi terganggu oleh Sarjiyem dan anaknya," ucapnya pada Tribunjogja.com, Jumat (11/1/2019).
Ia menambahkan, jika dilihat dari lokasinya, tempat tinggal korban berhimpitan dengan bukit yang diduga menjadi habitat asli ular piton.
Suseno menuturkan, untuk menghindari terjadinya penyerangan hewan liar, masyarakat diharapkan lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan juga kandang.
"Kalau perlu di sekitar kandang diberikan penerangan, kalau terjadi serangan hewan dapat diketahui. Kalau di sekitar kandang ada tumbuhan liar seperti rumput bisa dihilangkan," imbuhnya.
Baca: 2 Warga Gunungkidul Berjibaku Selamatkan Diri dari Lilitan Ular Piton
Sedangkan saat disinggung mengenai langkah nyata pihak pemkab, ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
"Saya akui kita minim pengalaman menangani ular, tetapi seperti urusan lainnya seperti serangan hewan ternak kita sudah koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pusat kesehatan hewan terkait," ucapnya.
Diketahui sebelumnya dua warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, menjadi korban serangan ular piton, akibatnya keduanya mengalami luka yang cukup serius.
Sarjiyem, warga Dusun Trenggono Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong dikagetkan suara gaduh dari kandang ayam yang berada tak jauh dari belakang rumahnya.
Baca: Inilah Sosok Ibu dan Anak yang Bergulat dan Dililit Ular Piton di Gunungkidul
Mendengar suara gaduh, ia menyuruh sang anak untuk mengecek kondisi kandang ayam yang terbuat dari bambu.
"Anak saya digigit bagian leher, saya langsung membantu dengan menarik kepala ular dan berhasil lepas dari lehernya. Tetapi malah gantian kaki saya yang dililit ular itu. Saya juga mendapatkan serangan pada bagian tangan saya," kata Sarjiyem.
Sementara itu anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ponjong, Brigadir Sugeng Widodo mengatakan korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun setelah mendapatkan perawatan korban diperbolehkan pulang.
"Dua bulan terakhir ada empat kali kejadian ular muncul di Dusun Trenggono, kalau yang sampai menyerang warga baru kali ini," ucapnya. (*)