Kulon Progo

DPUPKP Segera Cek Jalan Rusak Akibat Dilalui Armada Penambangan Tanah Uruk Proyek NYIA

Perusahaan penBerdasarkan data DPUPKP, jalan yang dilalui penambang jaraknya mencapai 31,35 kilometer dan tersebar di 16 titik.ambang akan diikutserta

DPUPKP Segera Cek Jalan Rusak Akibat Dilalui Armada Penambangan Tanah Uruk Proyek NYIA
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Pada kesepakatan yang muncul, rusaknya jalan karena over tonase itu menjadi tanggungjawab penambang.

Masyarakat tak berkeberatan jalan rusak asalkan diperbaiki kembali hingga layak dilalui.

Ia menilai pihak penambang harus memperhatikan kembali spesifikasi perbaikan ke depannya agar permasalahan tidak terulang lagi dan menyulitkan masyarakat sebagai pengguna jalan.

"Agregat harus seusai spesifikasi. Dihamparkan dan dipadatkan sesuai standar teknis sehingga kuat dilalui truk tambang," jelasnya.

Seperti ketahui, Rabu (9/1/2019) Pemkab Kulonprogo telah memanggil 12 penambang material tanah urug proyek pembangunan New Yogyakarta Internasional Airpot (NYIA) di ruang Menoreh, Kompleks Setda Kulonprogo.

Berdasarkan data DPUPKP, jalan yang dilalui penambang jaraknya mencapai 31,35 kilometer dan tersebar di 16 titik.

Jalan dalam kondisi rusak parah jaraknya 8,25 kilometer, sementara jalan yang berpotensi rusak jaraknya mencapai 23,1 km.

Dari total jalan tersebut, ada tiga titik ruas jalan yang mulai disoal warga, yakni Mlangsen-Pripih, Mlangsen-Palihan dan Pripih-Kalirejo.

Sekda Kulonprogo, Astungkara menyebut penambang akan diberatkan oleh kebutuhan dana apabila perbaikan dilakukan secara menyeluruh sekaligus.

Ia menilai perlu prioritas perbaikan pada titik-titik kerusakan terparah dan dilakukan bertahap dengan pantauan oleh DPUPKP.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved