Kulon Progo

DPUPKP Segera Cek Jalan Rusak Akibat Dilalui Armada Penambangan Tanah Uruk Proyek NYIA

Perusahaan penBerdasarkan data DPUPKP, jalan yang dilalui penambang jaraknya mencapai 31,35 kilometer dan tersebar di 16 titik.ambang akan diikutserta

DPUPKP Segera Cek Jalan Rusak Akibat Dilalui Armada Penambangan Tanah Uruk Proyek NYIA
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan yang rusak akibat dilalui armada penambangan tanah uruk proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon.

Perusahaan penambang akan diikutsertakan untuk memudahkan prioritas penanganan.

Kepala DPUPKP Kulon Progo, Gusdi Hartono mengatakan cek lapangan perlu dilakukan untuk menghindari kekeliruan lagi dalam penanganan serta menentukan ruas-ruas yang perlu pemeliharaan maupun perbaikan.

Pasalnya, perbaikan yang sudah dilakukan penambang berakhir sia-sia karena jalan kembali rusak tak lama setelahnya hingga warga setempat berkali-kali mengajukan protes dan memblokade jalan.

Baca: Jalan Sepanjang 31 KM Rusak Akibat Dilewati Truk Pengangkut Material Uruk Bandara NYIA

Hal itu menurutnya karena ada keteledoran dan kekurangpekaan kontraktor dalam perbaikannya.

Perbaikan selanjutnya harus lebih diperhatikan dan pihaknya akan memantau serta beri masukan supaya tidak rusak berulang.

"Agregat, ketebalan, pemadatan, dan pembebasan air perlu diperhatikan. Kalau tidak begitu, nanti bisa jadi pasar bubar. Hasil tidak maksimal meski kontraktor sudah keluar banyak uang untuk perbaikan dan warga kembali bergejolak. Repot jadinya,"jelas Gusdi, Kamis (10/1/2019).

Dari penelusurannya, masyarakat sebetulnya tak keberatan jika jalan itu dilewati armada angkut tambang selain juga pihaknya merekomendasikan jalur tersebut untuk lalulalangnya.

Kajian upaya pengelolaan lingkungan hidup ada upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL) sebagai dasar rekomendasi cukup permisif terkait dampak yang ditimbulkan mengingat kepentingannya mendukung program nasional (pembangunan NYIA).

Hanya saja, jalan kemudian rusak lantaran dilewati truk bermuatan berlebihan mengingat ketentuannya adalah maksimal muatan sumbu terberat (MST) hanya 6 ton.

Baca: Warga Wukirsari Keluhkan Jalan Rusak

Pada kesepakatan yang muncul, rusaknya jalan karena over tonase itu menjadi tanggungjawab penambang.

Masyarakat tak berkeberatan jalan rusak asalkan diperbaiki kembali hingga layak dilalui.

Ia menilai pihak penambang harus memperhatikan kembali spesifikasi perbaikan ke depannya agar permasalahan tidak terulang lagi dan menyulitkan masyarakat sebagai pengguna jalan.

"Agregat harus seusai spesifikasi. Dihamparkan dan dipadatkan sesuai standar teknis sehingga kuat dilalui truk tambang," jelasnya.

Seperti ketahui, Rabu (9/1/2019) Pemkab Kulonprogo telah memanggil 12 penambang material tanah urug proyek pembangunan New Yogyakarta Internasional Airpot (NYIA) di ruang Menoreh, Kompleks Setda Kulonprogo.

Berdasarkan data DPUPKP, jalan yang dilalui penambang jaraknya mencapai 31,35 kilometer dan tersebar di 16 titik.

Jalan dalam kondisi rusak parah jaraknya 8,25 kilometer, sementara jalan yang berpotensi rusak jaraknya mencapai 23,1 km.

Dari total jalan tersebut, ada tiga titik ruas jalan yang mulai disoal warga, yakni Mlangsen-Pripih, Mlangsen-Palihan dan Pripih-Kalirejo.

Sekda Kulonprogo, Astungkara menyebut penambang akan diberatkan oleh kebutuhan dana apabila perbaikan dilakukan secara menyeluruh sekaligus.

Ia menilai perlu prioritas perbaikan pada titik-titik kerusakan terparah dan dilakukan bertahap dengan pantauan oleh DPUPKP.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved