Lingkungan

Lima Kematian Tragis Hewan Akibat Sampah Plastik Sepanjang Tahun 2018

Lima Kematian Tragis Hewan Akibat Sampah Plastik Sepanjang Tahun 2018 Mulai Dari Penyu Hingga Paus.

Penulis: say | Editor: Hari Susmayanti
CNN
Paus sperma jantan di Spanyol ditemukan mati dengan 29 kg sampah plastik di perutnya 

TRIBUNJOGJA.COM - Penggunaan plastik yang massif saat ini mengancam kehidupan hewan di laut.

Sepanjang tahun 2018 ini, muncul beberapa kasus kematian hewan akibat sampah plastik.

Sampah plastik yang dibuang begitu saja ke lauitan tidak akan pernah bisa terurai.

Keberadaannya mengancam hidup biota laut, karena bisa saja menjerat atau dimakan oleh mereka.

Beberapa pihak memang telah menggalakkan program untuk beralih dari plastik ke bahan lain yang lebih ramah lingkungan.

Namun nyatanya, plastik masih menjadi favorit sebagian masyarakat karena dianggap lebih praktis.

Berikut TribunJogja.com rangkum lima kematian hewan tragis akibat sampah plastik sepanjang tahun 2018, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Paus di Wakatobi Menelan Hampir 6 Kg Plastik

Paus sperma ditemukan mati di perairan Wakatobi akibat menelan sampah, Senin (19/11/2018).
Paus sperma ditemukan mati di perairan Wakatobi akibat menelan sampah, Senin (19/11/2018). (Youtube Gregorius Bhisma)

Pada bulan November kemarin, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kematian seekor paus sperma di Pulau Kapota, Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin.

Paus itu ditemukan mati terdampar pada Senin (19/11/2018).

Setelah perut hewan itu dibedah, ternyata ditemukan hampir 6 kg plastik dan juga sandal jepit.

Plastik itu termasuk kertas, botol plastik, kantong plastik, 3,26 kg tali rafia dan gelas plastik.

Matinya paus sperma setelah menelan plastik yang begitu banyak itu menimbulkan keprihatinan berbagai pihak.

2. 8 Kg Sampah Plastik Tersumbat di Paus Pilot Thailand

Paus pilot jantan ini ditemukan tak bisa bernafas dan berenang di lepas pantai Thailand, Senin (5/6/2018).
Paus pilot jantan ini ditemukan tak bisa bernafas dan berenang di lepas pantai Thailand, Senin (5/6/2018). (AFP/Thai Wales)

Nasib tragis juga dialami seekor paus pilot di Thailand.

Ia terdampar selama 5 hari di lepas pantai Thailand, tidak dapat berenang dan bernapas karena menelan 8 kg sampah plastik.

Tim konservasi telah melakukan beberapa upaya penyelamatan terhadap paus itu, seperti menggelar pelampung agar ia tak tenggelam dan memayunginya untuk menghindari sengatan matahari.

Dalam masa penyelamatan itu, paus pilot tersebut memuntahkan 5 kantong plastik.

Ia akhirnya meninggal dunia, karena terlalu banyak menelan plastik.

Regina Asmutis-Silvia, direktur eksekutif Konservasi Paus dan Lumba-lumba untuk Amerika Utara menyebut, kasus kematian paus pilot ini menjadi simbol masalah polusi plastik di lautan.

"Kami tidak tahu berapa banyak hewan yang tidak muncul di pantai," kata Asmutis-Silvia dikutip dari Kompas.com.

3. Penyu Mati Terjerat Tali Kursi

Penyu mati terjerat tali kursi.
Penyu mati terjerat tali kursi. (Fort Morgan Share the Beach)

Seekor penyu berjenis Kemp's Kempley yang sangat terancam punah, ditemukan mati secara tragis di pantai Bon Secour National Wildlife Refuge di Fort Morgan Peninsula, Alabama, Amerika Serikat (AS).

Penyu itu terjebak di kursi yang hanyut di lautan.

Penemuan penyu yang mati secara tragis itu terjadi pada pertangahan Juli 2018.

Kejadian tragis itu diketahui secara luas, setelah Fort Morgan Share the Beach, sebuah kelompok nirlaba yang bertujuan untuk melindungi laut Alabama, membagikan foto penyu mati itu di laman media sosialnya.

Penyu itu berdarah karena terjerat tali kursi tersebut.

"Ada tali berat di sekitar kursi yang melilit leher kura-kura," kata juru bicara Fort Morgan Share Beach, Debbie Harbin, seperti dilansir dari Huffington Post.

“Ini membuat saya sangat marah. Berapa kali kita harus meminta orang-orang untuk mengambil barang-barang mereka? Itu hanya sebuah kesopanan umum. Saya pikir saya akan mencetaknya dan membawanya bersama saya lain kali,” lanjutnya.

Menurut Harbin, kursi yang ditinggalkan di pinggir pantai dapat tersapu ke tengah laut dan bisa membuat penyu terjebak hingga mati.

Tak hanya itu saja, kursi yang berada di atas pasir pantai sepanjang malam, juga menghambat penyu untuk bersarang dan menetaskan kura-kura.

4. Penyu Hijau di Thailand Telan Plastik

Penyu hijau di Thailand mati setelah ususnya tersumbat sampah plastik
Penyu hijau di Thailand mati setelah ususnya tersumbat sampah plastik (Kompas.com)

Penyu hijau, salah satu spesies yang dilindungi di Thailand, justru ditemukan mati setelah menelan sampah plastik pada bulan Juni 2018.

Awalnya, ia terlihat lemas dan tidak bisa berenang.

Saat dilihat menggunakan sinar X, diketahui bahwa saluran pencernaan hewan malang itu tersumbat sampah plastik.

Dokter hewan telah memberikan makan secara intravena (semacam infus), tetapi penyu itu mati setelah dua hari ditemukan.

5. Paus Sperma di Spanyol Telan 29 Kg Plastik

Paus sperma jantan di Spanyol ditemukan mati dengan 29 kg sampah plastik di perutnya
Paus sperma jantan di Spanyol ditemukan mati dengan 29 kg sampah plastik di perutnya (CNN)

Seekor paus sperma jantan muda ditemukan terdampar dan mati di pantai Murcian, Spanyol selatan, akhir Februari lalu.

Ia menelan 29 kilogram plastik, sehingga membuat dinding perut bagian dalamnya mengalami peradangan, yang menjadi penyebab kematiannya.

Sampah plastik berupa potongan tali, jaring, kantong plastik dan jeriken ditemukan di perut paus sepanjang 10 meter dan berat 6,6 ton itu. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved