April 2019, Pesawat Penerbangan Internasional Dijadwalkan Bisa Mendarat di Bandara NYIA Kulonprogo
Pembangunan sejauh ini berjalan lancar dan bahkan dalam waktu dekat akan segera dikeluarkan sertifikat international airport
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta pembangunan bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) bisa rampung menyeluruh selambatnya awal 2020.
Ia juga menginginkan bandara tersebut sudah bisa didarati pesawat pada pekan pertama April 2019.
Hal itu diungkapkannya saat meninjau proyek pembangunan NYIA, Kamis (20/12/2018).
Keluarga Korban Lion Air JT 610 Protes Dilarang Gugat Perusahaan Boeing
Menurutnya, pembangunan sejauh ini berjalan lancar dan bahkan dalam waktu dekat akan segera dikeluarkan sertifikat international airport sebelum bandara itu dioperasikan perdana di 2019.
Ia percaya bahwa kontraktor pembangunan bandara, PT Pembangunan Perumahan (PP) memiliki pengalaman yang bagus dan profesional dalam proyek serupa di Bali sehingga target bisa tercapai.
Baca: Pembebasan Lahan untuk Oprit Underpass NYIA Segera Rampung
Baca: Sambut NYIA, Kota Yogya Siap Bersolek
Luhut meminta segenap pihak terkait dalam pembangunan konstruksi NYIA bisa bekerja secara mendetail dan memerhatikan kualitas yang baik.
Sehingga, NYIA bisa didarati pesawat berbadan besar macam Boeing 777 dan Airbus A380.
"Sekitar 7,8 atau 9 April 2019 penerbangan internasional sudah bisa mendarat di NYIA. Nanti bisa 4-6 penerbangan sehari. Presiden maunya semua cepat selesai, makanya kami kami lakukan pengecekan," kata Luhut.

Ia menginginkan pembangunan terminal penumpang dituntaskan sekitar Oktober-November 2019.
Selambat-lambatnya, bandara baru itu harus bisa rampung menyeluruh pada awal 2020.
Pada saat itu tiba, diharapkannya juga pembangunan jaringan transportasi kereta api segera tuntas.
Apalagi, sejauh ini tidak banyak masalah yang timbul.
Dirinya juga telah berkomunikasi dengan PLN area Jateng-DIY yang menyatakan baru bisa menyuplai jaringan listrik sebesar 6,4 megawatt.
Dalam hal ini, PT PP siap membantu pendanaan agar PLN bisa membantu mencukupi kebutuhan listrik NYIA.
"Kami siap berembuk dengan PLN pusat agar persoalan ketersediaan listrik NYIA bisa teratasi,"kata dia.
