Pendidikan

Mahasiswa UNY Kembangkan Bakpia Belalang

Ketua kelompok, Yohana Paramita menjelaskan jika inovasi tersebut lahir dari banyaknya hama belalang kayu jati yang banyak dijumpai di Gunungkidul.

Mahasiswa UNY Kembangkan Bakpia Belalang
Dok Humas UNY
Beberapa mahasiswa dari Prodi Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial UNY yang mengkreasikan belalang menjadi bakpia, sebagai alternatif varian rasa bakpia 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tidak henti-hentinya untuk terus berinovasi, beberapa mahasiswa dari prodi pendidikan kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial UNY mengkreasikan belalang menjadi bakpia, sebagai alternatif varian rasa bakpia yang selama ini didominasi rasa kacang hijau, coklat atau keju.

Beberapa mahasiswa tersebut adalah Yohana Paramita, Wisnu Listiantoko, Ahmad Arif Aldy, Prasetyo Fitriana Eka Putri dan Bagus Nursahit.

Ketua kelompok, Yohana Paramita menjelaskan jika inovasi tersebut lahir dari banyaknya hama belalang kayu jati yang banyak dijumpai di Gunungkidul.

Baca: Asal-usul Nama Bakpia Pathuk, Kue Oleh-oleh Khas Yogyakarta nan Melegenda

Dia menerangkan jika selama ini, petani banyak diresahkan oleh adanya belalang kayu karena mengganggu pertumbuhan pohon jati dan sangat merugikan.

"Hama kayu ini hidup di dahan pohon dan memakan dedaunan sehingga mengganggu pertumbuhan pohon dan sangat merugikan petani. Selama ini untuk mengurangi hama belalang kayu masyarakat menangkapnya lalu dijadikan belalang goreng," terangnya.

Dia menerangkan jika ternyata belalang goreng tersebut banyak diminati wisatawan yang sedang berwisata di daerah Gunungkidul.

Dari sanalah dia bersama dengan teman-temannya berpikir untuk berinovasi dengan menjadikan belalang sebagai Bakpia.

Baca: Kuliner Unik Yogyakarta, Kamu Pilih Belalang Goreng atau Jangkrik?

Dia menerangkan jika belalang ini sebenarnya memiliki berbagai manfaat dan kandungan yang penting seperti protein, vitamin, asam lemak esensial dan mineral.

Selain kadar proteinnya tinggi, dalam belalang terkandung beragam jenis mineral seperti kalsium, magnesium, potassium, sodium, fosfor, zat besi, zinc, mangan dan tembaga.

"Belalang juga memiliki kandungan vitamin yang beragam mulai dari vitamin A, B, B1, B2, B6, E dan C, asam folat hingga berbagai jenis asam lemak. Kita mengelola belalang menjadi bakpia agar bisa menambah ragam kudapan daerah Gunungkidul," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved