Breaking News:

Lifestyle

Catatan Simon Hate setelah Membaca Novel 'Menolak Ayah' karya Ashadi Siregar

Novel ini bisa pula mengingatkan mereka bagaimana perang bisa membuat jalan hidup seseorang menjadi berubah ke arah yang tak diinginkan

Editor: Ari Nugroho
Gramedia.com
Halaman sampul novel "Menolak Ayah" karya Ashadi Siregar 

“Menolak Ayah”

Penulis: Ashadi Siregar

Penerbit: KPG (Pepustakaan Populer Gramedia)

Terbit: Juli 2018

Tebal: 419 halaman

cover Menolak Ayah karya Ashadi Siregar
cover Menolak Ayah karya Ashadi Siregar (gramedia.com)

Tentang Bagaimana Perang Mengubah Jalan Hidup Orang

Novel ini bagus untuk generasi milenial, bukan saja karena enak dibaca, atau karena judulnya yang mengisyaratkan sikap berontak seorang anak terhadap orangtuanya, tapi juga karena memberikan banyak informasi tentang bagaimana perang demi perang telah mewarnai kehidupan masyarakat kita hingga ke saat ini, ke ‘jaman now’ ini.

Sementara bagi pembaca umum, novel ini bisa pula mengingatkan mereka bagaimana perang bisa membuat jalan hidup seseorang menjadi berubah ke arah yang tak diinginkan, bukan saja secara pribadi, malah terutama secara sosial.

Novel ini cukup tebal (419 hal,) namun enak dibaca, tidak membosankan, tokoh utamanya seorang anak muda yang bernama Tondinihuta.

Dia kenek bus antarkota rute Medan-Bukittinggi, yang kemudian jadi tentara pemberontak.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved