Kota Yogya
71 KK Terdampak Meluapnya Sungai Belik
71 KK dTerdampak Meluapnya Sungai Belik saat Hujan Deras yang Terjadi Pada Senin (3/12/2018).
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM - Hujan deras yang mengguyur Kota Yogya pada Senin (2/12/2018) siang berimbas pada meluapnya sungai Belik.
Akibat luapan sungai tersebut beberapa daerah seperti Iromejan, Klitren dan Sagan, Terban tergenang air. Tinggi genangan air antara 50 cm hingga 120 cm.
Menurut data BPBD Kota Yogyakarta lebih dari 100 warga yang terdampak.
Di kampung Iromejan RT30/RW07, Klitren ada 32 KK yang terdiri dari 112 jiwa, Iromejan RT 27/RW 10 ada 6 KK terdiri dari 17 jiwa, Iromejan RT 31 RW 08 ada 25KK terdiri dari 79 jiwa, dan Sagan RT 47 RW 10, Terban ada 8 KK terdiri 25 jiwa.
Baca: Ribuan Peserta Ramaikan Kirab Gelar Seni Tunagrahita 2018
Kepala BPBD Kota Yogyakarta mengatakan banjir di daerah tersebut memang terjadi setiap tahun. Meski sempat tergenang namun saat ini air sudah surut.
"Kalau itu (banjir akibat uapan sungai Belik) sebetulnya rutin, setiap tahun pasti terjadi. Kalau banjir di Kota Yogyakarta biasanya langsung surut, saat ini juga sudah surut," katanya Selasa (4/12/2018).
"Adanya embung Langensari itu sebetulnya sudah cukup mengurangi dampak banjir. Itu kan lokasi tebingnya itu kan tembok rumah warga, jadi kapasitas sungai berkurang, sehingga ya ada potensi meluap jika hujan deras," sambungnya.
Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD DIY untuk menghitung debit air dan mengatur aliran sungai. Hal itu dilakukan untuk meminimalisisir dampak genangan. (tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/71-kk-dterdampak-meluapnya-sungai-belik.jpg)