Yogyakarta

Ingin Pemilu Damai, FJI Deklarasi Pemilu Damai

Oleh karenanya, dia meminta masyarakat agar melaksanakan pemilu sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Ketua Dewan Syuro Front Jihad Islam wilayah Yogyakarta, Ustad Umar Said memberikan keterangan pers saat berlangsung deklarasi damai pemilu 2019 di Kota Yogyakarta, Jumat (30/11/2018). Dalam kesempatan tersbeut ustad Umar Said menyatakan akan menjaga sitkamtibmas yang aman dan kondusif, menjaga toleransi, kebhinekaan dan keutuhan NKRI serta melawan hoax dalam rangka mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019. 

TRIBUNJOGJ.COM, YOGYA - Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan berlangsung pada April 2019 mendatang, Front Jihad Indonesia (FJI) melakukan Deklarasi Damai demi menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat, pada Jumat (30/11).

Umar Said, Ketua Dewan Syuro FJI mengungkapkan, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban baik sebelum maupun sesudah pemilu.

Menurutnya banyak pihak yang mencoba memperkeruh kemanan nasional.

Oleh karenanya, masyarakat harus bisa bersinergi dengan aparat keamanan dalam rangka menyukseskan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Baca: Korps Inti Keamanan Sejati Deklarasikan Pemilu Damai, Ajak Masyarakat Tolak Hoax

"Kita dari DPP front Jihan Islam pertama menyerukan kepada masyarakat agar menjaga kamtibnas, baik kepada siapa saja yang melaksanakan kegiatan kampanye atau pemilu. Kita harapkan untuk menjaga stabilitas keamanan, dikarenakan ada banyak yang mencoba memperkeruh keamanan nasional," terangnya.

Said menerangkan jika FJI merasa prihatin dengan adanya dendam yang tidak berkesudahan ketika pemilu sudah selesai.

"Pemilu sudah selesai tapi dendamnya terus berlangsung. Kami lelah, timbul dendam yang tidak berkesudahan. Ini tidak mengenakkan. Banyak korban yang sia-sia akibat hal ini," katanya.

Oleh karenanya, dia meminta masyarakat agar melaksanakan pemilu sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945.

Baca: Jaga Persatuan dan Kesatuan, Santri Ponpes Al-Muhdi Serukan Pemilu Damai

Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar tidak percaya adanya hoax dan politisasi agama. 

"Kami dari Yogyakarta menyerukan kepada masyarakat DIY dan daerah lain jangan sampai merusak stabilitas yang ada.  Pemilu dilakukan setiap lima tahun sekali, sudah sering. Tapi kenapa masih ada konflik. Termasuk ada hoax. Sudah tidak usah diladeni hoax itu," ungkapnya.

Nantinya ketika ada yang mengadu domba, FJI juga akan berusaha mendamaikan.

"Kami juga tidak akan mau terpancing kalau ada hal yang sifatnya hoax. Mengupayakan kalau ada yang diadu domba, kami akan mendamaikan. Insya Allah besok tidak ada lagi korban. Darah yang dikorbankan itu tidak sebanding dengan kesenenangan yang dinikmati," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved