Sleman

Berawal dari Lahan Tandus, Kampung Nila Bokesan Beromzet Rp 17,6 Milyar

Berawal dari Lahan Tandus, Kampung Nila Bokesan Beromzet Rp 17,6 Milyar Pertahun.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Kepala DP3 Sleman Heru Saptono menunjukkan Ikan Nila Merah yang dijaring dari dalam kolam milik KPI Mino Ngremboko Dusun Bokesan, Sindumartani, Kalasan, Kamis (29/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Dusun Bokesan di Sindumartani, Ngemplak, Sleman resmi ditetapkan sebagai Kampung Nila pada Kamis (29/11/2018).

Peresmian langsung dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3).

Menurut Kepala DP3 Sleman Heru Saptono, dengan penetapan ini, citra Dusun Bokesan semakin terangkat ke publik.

"Nantinya akan kita integrasikan dengan sektor pariwisata," ujar Heru usai peresmian hari ini.

Baca: DP3 Sleman Resmikan Kampung Nila di Ngemplak

Lingkungan sekitar Dusun Bokesan sendiri memang banyak ditemui kolam-kolam ikan. Seluruhnya dikelola oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mino Ngremboko.

Namun, siapa sangka bahwa dulunya lokasi kolam tersebut hanya berupa lahan tandus tak terawat.

Hal tersebut dituturkan oleh Saptono, Ketua Kelompok Mino Ngremboko.

"Perikanannya mulai berkembang sekitar tahun 1970-an, kemudian diperkuat dengan SK Bupati pada Maret 1988," jelas Saptono.

Saat ini, KPI Mino Ngremboko meningkat statusnya sebagai Kelas Utama. Status tersebut didapat pada 2013 silam.

Saptono menjelaskan, kelompoknya terdiri dari 60 anggota. Lahan yang digunakan untuk budidaya ikan total luasannya mencapai 30 hektar. Tiap anggota mengelola kolamnya masing-masing.

Baca: Daun Kering Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi di Kriya Tulang Daun Unnes

Mino Ngremboko ternyata berkiprah cukup lama di dunia perikanan. Terbukti dari sederet prestasi yang didapat. Penghargaan tingkat nasional pun juga mampu diraih.

Berkat prestasi tersebut, KPI Mino Ngremboko juga semakin dikenal dan menjadi pemasok untuk ikan nila merah. Pasarnya pun sudah di tingkat nasional.

"Biasanya kita kirim lewat kargo ke Sumatera, Kalimantan hingga Papua," jelas Saptono.

Pria berkacamata ini menyebutkan, ikan nila dari Mino Ngremboko dihargai sekitar Rp 27 ribu per kilogram.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved