Yogyakarta

Mengenal Sosok Mbah Yudi, 'Si Raja Egrang' dari Yogyakarta

Mengenal Sosok Mbah Yudi, 'Si Raja Egrang' dari Yogyakarta. Pernah Tempuh Perjalanan Yogya-JakartaSelama 50 Hari.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Mbah Yudi ketika mengenalkan egrang kelada masyarakat di alun-alun kidul kota Yogyakarta, Sabtu (24/11/2018) 

Pada tatakan alas kaki juga telah dimodifikasi dengan menambahkan plat besi, dilapisi juga sandal dan busa supaya nyaman ketika dipijak.

Baca: Cerita Pemindahan Makam Raden Ronggo dan Langit yang Tiba-tiba Pekat Disertai Kilatan Petir

Pada bagian atas egrang, Mbah Yudi menambahkan atribut berupa bendera merah putih.

"Merah putih itu tanda bahwa saya sangat mencintai Indonesia," tuturnya.

Lanjutnya, Mbah Yudi berpendapat egrang merupakan permainan tradisional yang sangat menyenangkan. Sangat merugi bagi anak-anak yang tidak pernah mengenal permainan egrang.

Oleh karena itu, warga dari RT 48 RW 13 Kelurahan Panembahan Keraton Yogyakarta itu mengaku bakalan terus menggiatkan egrang agar tetap lestari dan menjadi permainan yang cukup populer.

Ucapan Mbah Yudi untuk mempopulerkan egrang bukan isapan jempol belaka. Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer ke Ibu Kota.

Tahun berikutnya, tepatnya tahun 2016, dengan menaiki egrang yang sama, Mbah Yudi menempuh perjalanan dari kota Yogyakarta menuju kota Surabaya.

Jarak tempuh berdasarkan perhitungan Google Maps sejauh 332 kilometer.

"Perjalanan dari kota Yogyakarta-Surabaya saya tempuh selama 18 hari," terangnya.

Baca: Kasus Baiq Nuril, Kasus Pelecehan Seksual Secara Verbal Pertama yang Ditangani Polda NTB

Sepanjang perjalanan menuju kota Surabaya, diakui Mbah Yudi, banyak berhenti ke pondok pesantren untuk bersilaturahmi dengan para kyai Jawa timur. Sebelum akhirnya bertemu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Saya hadiahkan sepasang egrang kepada Walikota Surabaya, Bu Risma," ucapnya.

Perjalan menuju Surabaya, Bagi Mbah Yudi semacam pembuktian bahwa ia bersama Paguyuban Notoroso memiliki tekad bulat dan serius untuk melestarikan egrang, sebagai warisan budaya Indonesia.

Notoroso, menurutnya, merupakan paguyuban untuk menjunjung tinggi nilai kedaerahan. Rasa untuk saling menjaga antar tradisi dan budaya satu sama lain.

"Indonesia negara luas. Dari Sabang sampai Merauke, ada banyak berbagai macam adat tradisi dan budaya. Itu harus kita jaga bersama," ucap dia. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved