Terdampak Bandara Baru Kulonprogo, Bangunan Pengganti Masjid Al Hidayah Sudah Selesai 100 %
Bangunan pengganti Masjid Al Hidayah yang terdampak proyek bandara baru Kulonprogo selesai. Warga terdampak di hunian relokasi menunggu serah terima
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Terdampak proyek Bandara Baru Kulonprogo (Kulon Progo) atau New Yogyakarta International Airport (NYIA), relokasi Masjid Al Hidayah kini dinyatakan telah selesai 100 persen.
Meski relokasi Masjid Al Hidayah telah selesai, bangunan baru penggantinya belum diserahterimakan kepada warga.
Warga pun belum berani menggunakannya untuk beribadah Masjid AL Hidayah tersebut karena belum ada serah terima.
Warga terdampak pembangunan Bandara Kulonprogo atau NYIA yang kini menempati kompleks hunian relokasi masih menunggu serah terima Masjid Al Hidayah yang baru tersebut.
Nadzir Masjid Al Hidayah, Muslihudin Sukardi mengatakan, fisik bangunan sudah selesai 100 persen sesuai nilai anggaran pembangunannya sebesar Rp 450 juta.
Baca: Akses ke Lokasi Proyek Bandara Kulonprogo Diperketat
Pun sebetulnya masjid itu sudah bisa dipakai dan layak untuk kegiatan ibadah.
Bangunan sudah dilengkapi instalasi air dan listrik, lantai berkeramik, dan eternit sudah terpasang.
Apalagi, keberadaan Masjid Al Hidayah itu cukup dibutuhkan warga terdampak pembangunan Bandara Baru Kulonprogo yang kini menempati kompleks hunian relokasi.
"Sampai sekarang belum ada obrolan lagi dari PT Angkasa Pura I. Kami berharap masjid bisa segera diserahkan dan bisa untuk kegiatan ibadah," kata Sukardi pada Tribunjogja.com, Kamis (22/11/2018).
Masjid Al Hidayah merupakan satu di antara bangunan masjid yang turut terdampak proyek pembangunan Bandara Baru Kulon Progo atau NYIA.
Masjid Al Hidayah tersebut selama ini kerap menjadi pusat aktivitas penolakan bandara baru NYIA.
Bangunan lama masjid Al Hidayah hingga kini masih berdiri di atas tanah wilayah Pedukuhan Kragon II Palihan.
Baca: Penerbangan Internasional Bakal Dipindahkan ke Bandara NYIA, Adisutjipto Khusus untuk Domestik
Lokasi Baru Masjid Al Hidayah
Adapun bangunan pengganti masjid itu dibangun di sisi barat kompleks permukiman relokasi warga terdampak pembangunan NYIA di Pedukuhan II Desa Palihan.
Lahan yang digunakan mencapai 788,2 meter persegi, lebih luas dibanding masjid lama yang hanya memiliki lahan 292 meter persegi.
Pembangunan ditangani oleh pemrakarsa pembangunan NYIA PT AP I melalui anak perusahaannya, PT Angkasa Pura Property.